Sony Hapus 551 Film Dari Akun Pengguna, Peringatan Pahit Soal Kepemilikan Digital

Sony akan menghapus 551 film StudioCanal yang sebelumnya sudah dibeli dari akun PlayStation di Inggris dan Eropa. Langkah ini akan berlaku pada 1 September 2026 dan menegaskan betapa rapuhnya kepemilikan konten digital ketika lisensi berakhir.

Judul-judul yang terdampak mencakup beberapa film populer seperti Terminator 2: Judgment Day, Rambo: First Blood, Bridget Jones’ Diary, Pan’s Labyrinth, dan Paddington. Sony menyampaikan bahwa mulai tanggal tersebut, pelanggan tidak lagi bisa mengakses konten StudioCanal yang pernah dibeli dan semua judul itu akan dihapus dari video library mereka.

Kebijakan ini muncul karena perjanjian lisensi konten telah kedaluwarsa. Dalam pemberitahuan di situsnya, Sony menegaskan bahwa akses ke konten yang sebelumnya dibeli akan dihentikan dan film-film itu tidak lagi tersedia di perpustakaan video pengguna.

Yang membuat kabar ini semakin berat, pelanggan tidak diperkirakan mendapat pengembalian dana untuk judul yang sudah dibeli. Bagi banyak pengguna, situasi ini menjadi pengingat bahwa pembelian digital tidak selalu identik dengan kepemilikan permanen.

Dampaknya juga tidak merata ke semua wilayah. Pengguna di Amerika Serikat tidak terdampak oleh keputusan ini, meski kasus serupa menunjukkan bahwa sengketa lisensi pernah berujung pada penghapusan konten dari platform Sony di pasar lain.

Pada 2022, Sony sempat menarik film-film StudioCanal untuk pelanggan di Jerman dan Austria. Saat itu, alasan yang muncul juga berkaitan dengan konflik lisensi, sehingga pola masalah yang sama kembali terlihat dalam keputusan terbaru ini.

Sony juga pernah menghadapi reaksi serupa di Amerika Serikat saat mengumumkan rencana menghapus konten Discovery pada 2023. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah perusahaan berhasil mengamankan perjanjian lisensi baru.

Kasus 551 film ini memperlihatkan bahwa akses ke koleksi digital bisa berubah kapan saja ketika kesepakatan distribusi berakhir. Bagi pelanggan yang mengandalkan layanan film digital, keputusan Sony menjadi contoh lain bahwa katalog yang sudah dibeli pun tetap bergantung pada lisensi yang berlaku.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait