Akses ke model AI canggih Mythos 5 belum dibuka untuk sebagian besar dunia, termasuk India, meski pemerintah Amerika Serikat kini melonggarkan pembatasan secara terbatas. Washington hanya mengizinkan Anthropic memulihkan akses untuk kelompok organisasi AS tertentu yang dianggap tepercaya.
Langkah ini penting karena Mythos 5 disebut sebagai model keamanan siber terkuat milik Anthropic. Di saat perusahaan di luar daftar persetujuan masih terkunci, lebih dari 100 perusahaan dan institusi di AS disebut akan kembali mendapat akses.
Anthropic mengatakan telah menerima persetujuan dari pemerintah AS untuk mengaktifkan lagi Mythos 5 bagi organisasi terpilih yang membantu mengoperasikan dan melindungi infrastruktur kritis. Kepada Reuters, perusahaan menyebut proses pemulihan akses itu akan dilakukan dengan cepat.
Anthropic juga menyatakan masih bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses Mythos 5 dan membuat Fable 5 kembali tersedia untuk penggunaan umum. Namun, hingga kini belum ada jadwal yang diumumkan untuk pembukaan akses yang lebih luas itu.
Keputusan terbaru ini datang beberapa pekan setelah pemerintahan Donald Trump memerintahkan Anthropic menghentikan akses ke dua model AI tercanggihnya, Mythos 5 dan Fable 5. Alasan utamanya adalah kekhawatiran keamanan nasional.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengontrol penyebaran model AI frontier. Pemerintah AS menilai teknologi semacam itu berpotensi disalahgunakan oleh pemerintah yang bermusuhan atau pelaku kejahatan siber.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, lebih dari 100 perusahaan dan institusi akan mendapat akses ke Mythos 5. Banyak di antaranya adalah perusahaan Fortune 500 dan diyakini termasuk dalam program Project Glasswing milik Anthropic, yang mencakup perusahaan teknologi terkenal serta lembaga riset.
Ada pelonggaran penting lain dalam keputusan terbaru itu. Departemen Perdagangan AS menghapus kewajiban lisensi ekspor ketika organisasi AS yang dipercaya mengizinkan karyawan non-AS mereka menggunakan Mythos 5.
Karyawan Anthropic sendiri yang bukan warga negara AS juga akan dapat bekerja dengan model tersebut. Meski begitu, perusahaan yang tidak masuk daftar persetujuan pemerintah tetap menghadapi pembatasan lisensi, sehingga bisnis di negara seperti India masih belum bisa mengaksesnya.
Fokus pada risiko keamanan siber
Pembatasan ini muncul setelah pejabat AS menyampaikan kekhawatiran bahwa model AI dengan kemampuan sangat tinggi dapat dimanfaatkan oleh badan militer atau intelijen di negara seperti China dan Rusia. Para ahli juga memperingatkan bahwa model keamanan siber tingkat lanjut seperti Mythos 5 bisa mempermudah serangan siber yang canggih jika jatuh ke tangan yang salah.
Risiko itu dinilai lebih besar pada sektor yang bergantung pada sistem digital lama dan saling terhubung, seperti perbankan. Dalam konteks itu, model seperti Mythos 5 dipandang bukan sekadar alat produktivitas, tetapi juga teknologi strategis.
Departemen Perdagangan memberi tahu Anthropic bahwa perusahaan telah membuat “kemajuan signifikan” dalam menangani risiko yang terkait dengan model tersebut. Namun, pejabat tidak menjelaskan perlindungan tambahan apa yang telah diterapkan.
Sebelumnya pada bulan ini, Anthropic mengatakan pihaknya memahami pemerintah meyakini ada cara untuk melewati atau menjebol perlindungan pada Fable 5. Perlindungan itu dirancang untuk mencegah model digunakan dalam mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak.
Kritik soal transparansi
Pendekatan pemerintah AS ini juga memicu kritik dari sejumlah pihak. John Coleman, legislative counsel di Foundation for Individual Rights and Expression, mempertanyakan bagaimana perusahaan-perusahaan itu dipilih.
Menurut Coleman, tidak ada kejelasan tentang siapa yang dipilih dan mengapa pihak lain dikecualikan. Ia menilai kondisi itu memberi terlalu banyak kekuasaan kepada pemerintah dan menimbulkan pertanyaan soal transparansi serta kepastian hukum.
Kritik serupa juga datang dari CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam unggahan di X, Altman mengatakan pengujian keselamatan yang ekstensif bukan ide yang buruk, tetapi ia tidak menyukai gagasan pemerintah yang memilih pelanggan.
Perdebatan itu muncul pada hari yang sama ketika OpenAI mengumumkan penundaan peluncuran lebih luas GPT-5.6 setelah adanya permintaan dari pemerintah AS. Mirip dengan kasus Anthropic, OpenAI menyatakan hanya sekelompok kecil mitra yang telah diperiksa yang akan menerima akses pada tahap awal.
Anthropic diperkirakan akan memperoleh izin untuk merilis Fable 5 secara lebih luas di masa depan. Meski demikian, belum ada linimasa yang diumumkan.
Mythos 5 dan Fable 5 dibangun di atas model AI dasar yang sama, tetapi ditujukan untuk penggunaan yang berbeda. Fable dirancang untuk pemakaian umum, sedangkan Mythos menghapus sebagian perlindungan agar dapat mendukung pekerjaan keamanan siber tingkat lanjut.
Pembatasan ini terkait dengan perintah eksekutif terbaru yang ditandatangani Presiden Donald Trump. Aturan itu membentuk kerangka sukarela yang mewajibkan pengembang AI menyerahkan model frontier tertentu kepada pemerintah AS untuk ditinjau sebelum dirilis ke mitra tepercaya.
Sejumlah analis menilai sistem sementara itu menjawab kekhawatiran keamanan jangka pendek. Namun, pendekatan tersebut juga meninggalkan ketidakpastian tentang kapan model AI canggih akan tersedia bagi pengguna dan bisnis di luar kelompok yang dipilih pemerintah AS.
Source: www.indiatoday.in






