Sony memangkas sekitar separuh tenaga kerja Bungie setelah Destiny 2 menuntaskan pembaruan live-service utamanya lewat Monument of Triumph. Langkah ini menyentuh 292 posisi di tim Destiny dan sebagian pengembang Marathon, menandai restrukturisasi paling berat yang dialami studio asal Bellevue itu sejak diakuisisi Sony.
Keputusan tersebut muncul hanya beberapa minggu setelah Destiny 2 ditutup dengan pembaruan terakhirnya, yang diluncurkan pada 9 Juni 2026. Bagi Bungie, momen itu sekaligus menjadi titik akhir dari delapan tahun perjalanan Destiny 2 sebagai salah satu pilar utama bisnis live-service studio tersebut.
Pemangkasan besar di Bungie
Hermen Hulst, dalam email internal yang kemudian dipublikasikan Sony, menyebut pemutusan hubungan kerja ini diambil setelah berbulan-bulan peninjauan internal. Ia mengatakan keputusan itu menyasar sejumlah besar karyawan, termasuk sebagian besar tim Destiny dan beberapa anggota tim Marathon.
Dalam pernyataannya, Hulst menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi mendalam dan pertimbangan yang hati-hati. Ia juga menjelaskan bahwa Sony dan Bungie telah meninjau arah jangka panjang studio, prioritas pengembangan, kebutuhan sumber daya, dan peran Bungie dalam strategi portofolio yang lebih luas.
Dampak ke tim Destiny dan Marathon
File Worker Adjustment and Retraining Notification yang diajukan ke Washington State Department of Labor and Industries menyebut 292 posisi terdampak. Laporan juga menyatakan bahwa setelah pemotongan ini, hanya sekitar separuh kekuatan kerja Bungie yang tetap utuh.
Dampaknya tidak hanya mengenai tim Destiny. Sejumlah pengembang Marathon juga terkena efek restrukturisasi ini, meski Sony belum merinci pembagian lengkap dari total posisi yang hilang.
Bungie akui Destiny tidak memenuhi ekspektasi
Bungie kemudian mengumumkan kabar yang sama lewat pernyataan terpisah di X. Studio itu menyebut Destiny “gagal memenuhi ekspektasi dalam beberapa tahun terakhir” dan menegaskan bahwa proyek-proyek masa depan masih berada pada tahap awal inkubasi.
Pernyataan itu memberi konteks pada keputusan mempertahankan ukuran studio yang lebih kecil. Bungie menyatakan tidak bisa terus beroperasi dengan skala sebelumnya, terutama ketika beberapa proyek baru belum memasuki fase yang lebih matang.
Restrukturisasi lanjutan setelah akuisisi Sony
Langkah terbaru ini datang setelah serangkaian pemangkasan dan restrukturisasi yang sudah lebih dulu terjadi sejak Sony membeli Bungie senilai 3,6 miliar dolar AS pada 2022. Artinya, tekanan terhadap struktur internal studio ini bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari penyesuaian yang sudah berlangsung beberapa waktu.
Laporan juga menyebut Justin Truman, yang baru mengambil alih posisi studio head pada Agustus setelah Pete Parsons mundur, ikut meninggalkan jabatan tersebut. Ia disebut akan digantikan oleh Poria Torkan, yang sebelumnya menjabat sebagai VP of Operations Bungie.
Sony menyatakan sedang menawarkan dukungan transisi bagi karyawan yang terdampak agar mereka dapat berpindah ke studio lain dalam portofolio perusahaan. Di saat yang sama, restrukturisasi ini menandai perubahan besar bagi Bungie ketika Destiny 2 sudah memasuki fase akhir dukungan konten besar dan Marathon masih berada di tahap awal pengembangan.
