5 Fitur Samsung Flagship Yang Bikin Mid-Range Terasa Dipotong Banyak Halangan

Samsung masih menjaga garis pemisah yang tegas antara HP mid-range dan flagship. Di kelas atas, seri Galaxy S, Galaxy Note, dan Galaxy Z diposisikan sebagai perangkat dengan fitur paling lengkap, sementara Galaxy A dan Galaxy M tetap berada di rentang harga sekitar Rp3 juta–9 jutaan.

Perbedaan itu tidak hanya terlihat dari banderol. Samsung juga menahan sejumlah fitur penting agar tetap eksklusif di flagship, mulai dari produktivitas, kamera, layar, sampai kemampuan AI dan perekaman video.

Samsung DeX jadi nilai jual produktivitas

Salah satu fitur yang paling menonjol di HP flagship Samsung adalah Samsung DeX. Dilansir PCMag, fitur ini memungkinkan HP atau tablet tersambung ke komputer dan menampilkan antarmuka desktop.

Fungsinya terasa jelas saat pengguna ingin mengetik, memindahkan file, atau melakukan multitasking dengan cara yang lebih mirip OS desktop. Meski identik dengan flagship, beberapa pengguna Galaxy A sempat menemukan bug pada update One UI 8, dan sebagian model bahkan sempat mendapat DeX versi wireless.

Kamera telephoto memperluas fungsi fotografi

Di sisi kamera, seri flagship Samsung menawarkan susunan yang lebih lengkap. Selain kamera utama dan ultrawide, perangkat ini juga membawa kamera telephoto, dengan kemampuan yang berbeda-beda tergantung model.

Ada telephoto biasa dengan pembesaran 3 kali, hingga periscope telephoto dengan pembesaran 10 kali. Kamera ini dirancang khusus untuk zoom, sehingga berguna saat memotret objek jauh atau membuat foto portrait.

Samsung sendiri nyaris tidak menaruh fitur ini di kelas menengah. Salah satu pengecualian yang pernah muncul adalah Samsung Galaxy A72 dengan kamera telephoto 8MP dan pembesaran 3 kali.

LTPO membantu efisiensi baterai

Teknologi layar juga menjadi pembeda utama antara flagship dan mid-range. Di jajaran atas, Samsung memakai layar LTPO yang bisa menyesuaikan refresh rate sesuai aktivitas di layar.

Menurut Croma, refresh rate di HP flagship Samsung bisa turun hingga 1Hz dan naik lagi ke 120Hz saat ada gerakan. Pada beberapa model Galaxy A seperti Samsung Galaxy A57, refresh rate memang masih bisa menyesuaikan, tetapi hanya turun sampai 30Hz.

Penurunan refresh rate yang lebih jauh membuat konsumsi daya lebih rendah. Karena itu, LTPO ikut membantu baterai bertahan lebih lama dalam pemakaian harian.

Galaxy AI menambah fungsi pintar

Samsung juga mendorong fitur AI sebagai pembeda penting di seri flagship. Pada 2024, Samsung memperkenalkan Galaxy S24 series sebagai HP pertama dengan Galaxy AI, dan sistem ini disebut hanya tersedia di seri flagship seperti Galaxy S series dan Galaxy Z series.

Galaxy AI bisa dipakai untuk mengedit foto, merangkum dokumen, menerjemahkan percakapan langsung, dan memberi saran untuk berbagai kebutuhan. HP mid-range Samsung memang punya Awesome Intelligence, tetapi fiturnya tidak selengkap Galaxy AI.

Rekaman 4K 60 FPS tetap eksklusif

Di sektor video, Samsung masih menahan satu kemampuan penting di kelas atas. HP mid-range Samsung seperti Galaxy A series dikenal stabil untuk merekam video, tetapi belum mendukung perekaman 4K 60 FPS.

Fitur itu hanya tersedia di seri flagship seperti Galaxy S dan Galaxy Z. Padahal, berdasarkan informasi di NanoReview, chipset mid-range seperti Exynos 1680 dan Exynos 1580 sebenarnya sudah mampu merekam video 4K 60 FPS.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pembatasan fitur bukan selalu soal kemampuan hardware semata. Samsung tampaknya sengaja menjaga segmentasi agar perbedaan antara kelas menengah dan kelas atas tetap jelas, terutama bagi pengguna yang mencari fitur paling lengkap tanpa kompromi.

Source: www.idntimes.com

Terkait