Rockstar Games menuai gelombang kritik setelah membuka pre-order GTA 6 secara global dan mengonfirmasi bahwa versi fisiknya tidak akan menyertakan cakram game di dalam kotak. Bagi banyak penggemar, keputusan itu terasa janggal karena game yang sangat dinantikan ini justru dijual dalam kemasan fisik yang isinya hanya kode digital.
Reaksi keras langsung mengalir di media sosial seperti X dan Reddit. Banyak pemain mempertanyakan alasan membeli edisi fisik jika game tetap harus diunduh lewat kode satu kali pakai.
Kekecewaan soal versi fisik
Kekecewaan para fans bukan hanya soal isi kotak, tetapi juga soal identitas produk itu sendiri. Sejumlah penggemar menilai langkah Rockstar membuat versi fisik GTA 6 tidak benar-benar terasa fisik, terutama setelah menunggu lebih dari satu dekade untuk kehadiran seri terbaru ini.
Di kalangan kolektor, absennya cakram dianggap sebagai kemunduran. Selama ini, game fisik punya nilai lebih karena bisa disimpan, dipamerkan, dipinjamkan, atau dijual kembali setelah selesai dimainkan.
Tradisi koleksi yang terasa hilang
Kritik terhadap Rockstar juga dipicu oleh tradisi panjang seri Grand Theft Auto saat hadir dalam format fisik. Pada era PlayStation 3 dan Xbox 360, GTA V dikenal lewat bonus kemasan berupa peta dunia permainan berukuran besar yang justru menjadi koleksi favorit banyak pemain.
Karena itu, sebagian penggemar khawatir peluncuran GTA 6 akan menghapus tradisi yang selama ini melekat pada perilisan seri ini. Bahkan jika Rockstar menambahkan bonus seperti peta Vice City, sejumlah fans tetap menilai hal itu belum cukup untuk menggantikan hilangnya cakram game.
Masalah nilai jual dan harga
Kontroversi ini juga menyentuh persoalan nilai jual kembali. Dalam format cakram, game fisik masih bisa dipinjamkan atau dijual lagi ke pemain lain, sementara kode digital umumnya hanya dapat digunakan satu kali.
Keluhan semakin kuat karena harga GTA 6 disebut lebih tinggi dibanding kebanyakan game AAA saat ini. Rockstar membanderol versi standar seharga 79,99 dolar AS atau sekitar Rp1,3 juta, sedangkan Ultimate Edition dijual 100 dolar AS atau setara Rp1,6 juta.
Edisi Ultimate itu menawarkan bonus tambahan seperti kendaraan eksklusif, senjata khusus, dan kostum karakter. Namun bagi sebagian penggemar, bonus tersebut belum menutup rasa kecewa karena kotak fisik tetap tidak berisi CD.
Alasan bisnis di balik keputusan Rockstar
Di sisi lain, langkah ini dinilai punya logika bisnis yang kuat. Jurnalis video game Vic Hood menilai penggunaan kode digital bisa membantu mengurangi risiko kebocoran informasi sebelum peluncuran resmi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah game besar memang sempat bocor lebih awal karena salinan fisik beredar sebelum tanggal rilis. Dengan menghilangkan cakram, Rockstar diyakini dapat memperketat distribusi dan menekan potensi penyebaran konten game sebelum waktunya.
Keputusan ini juga berbeda dari rumor yang sempat beredar sebelumnya. Ada laporan yang menyebut Rockstar mungkin menunda penjualan versi fisik GTA 6 hingga 2027 untuk mencegah kebocoran, tetapi kabar itu telah dibantah oleh CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick.
Antusiasme tetap tinggi
Meski kritik ramai bermunculan, minat terhadap GTA 6 tetap sangat besar. Game ini akan menjadi seri pertama yang menghadirkan protagonis perempuan bernama Lucia dalam dunia GTA modern, dengan Jason sebagai karakter lain yang juga dapat dimainkan.
GTA 6 dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X, dan Xbox Series S. Menjelang perilisannya, sorotan publik justru lebih banyak tertuju pada kontroversi versi fisik tanpa CD yang membuat Rockstar kembali jadi bahan perbincangan besar di komunitas gamer dunia.
Source: id.mashable.com





