Perangkat pelacak pesawat berbasis ESP32-S3 kini menjadi salah satu proyek DIY yang menarik perhatian penggemar aviasi dan perakit gawai. Alat ini menampilkan pergerakan penerbangan secara nyaris real-time dan memberi pengguna cara sederhana untuk memantau lalu lintas udara dari perangkat rakitan sendiri.
Daya tarik utamanya bukan hanya pada fungsi pelacakan, tetapi juga pada bentuk interaksinya yang mirip konsol genggam. Dengan layar ganda serta joystick dan tombol fisik, pengguna bisa memilih pesawat tertentu dan membuka data penerbangan dengan kontrol yang terasa akrab.
Proyek ini dibagikan oleh pengguna GitHub bernama emir173 dan juga muncul di komunitas ESP32 di Reddit. Perangkat tersebut disebut sebagai ESP32 Flight Tracker, sebuah alat kecil yang menampilkan penerbangan yang sedang berlangsung di berbagai wilayah dunia.
Menurut deskripsi proyeknya, perangkat ini dibangun di atas ESP32-S3 dan memanfaatkan OpenSky Network API untuk mengambil data pesawat secara langsung. Sistem melakukan polling setiap 120 detik, sehingga informasi yang tampil diperbarui secara berkala dan mendekati kondisi sebenarnya di udara.
Berawal dari proyek lain
Hal yang membuat proyek ini menonjol adalah asal-usulnya yang tidak biasa. ESP32 Flight Tracker awalnya bukan dirancang sebagai pelacak pesawat, melainkan sebagai modul untuk konsol game genggam kustom.
Dari titik itu, modul tersebut kemudian dipisahkan menjadi proyek mandiri yang bisa dirakit siapa saja. Langkah ini membuat perangkat yang semula hanya bagian dari eksperimen perangkat portabel berubah menjadi alat pemantau penerbangan yang berdiri sendiri.
Perubahan fungsi itu juga menjelaskan mengapa perangkat ini memiliki antarmuka fisik yang terasa seperti konsol. Joystick dan tombol yang semula cocok untuk navigasi game justru memberi keuntungan saat dipakai untuk menjelajahi daftar pesawat atau memilih target tertentu di layar.
Bagi pengguna yang terbiasa dengan kontroler video game, pendekatan ini membuat perangkat lebih mudah dipahami. Alih-alih mengandalkan antarmuka sentuh atau menu yang rumit, navigasi dilakukan lewat kontrol fisik yang langsung dan sederhana.
Layar ganda jadi nilai lebih
Salah satu elemen utama dari proyek ini adalah penggunaan dua layar sekaligus. Konfigurasinya terdiri dari panel TFT dan OLED, yang dipakai untuk menampilkan informasi penerbangan dalam tata letak yang lebih kaya dibanding perangkat layar tunggal.
Penggunaan dua layar memberi ruang lebih luas untuk memisahkan peta, daftar, atau data pesawat yang dipilih. Desain seperti ini membuat perangkat kecil tersebut tetap informatif tanpa harus memadatkan semua elemen ke satu panel yang sempit.
Deskripsi proyek juga menyebut arsitektur dual-core sebagai bagian dari rancangan sistemnya. Pendekatan ini membantu perangkat menangani pengambilan data dan proses tampilan secara efisien pada platform ESP32-S3.
Fokus proyek ini memang bukan membuat stasiun pemantau profesional, melainkan alat ringkas yang menyenangkan untuk dipakai. Karena itu, perpaduan antara visual, kontrol, dan bentuk perangkat menjadi aspek yang sama pentingnya dengan fungsi pelacakannya.
Mengandalkan data OpenSky
Untuk sumber data, proyek ini memakai OpenSky Network API. API tersebut digunakan untuk mengambil informasi pesawat aktif yang kemudian ditampilkan pada perangkat dalam interval pembaruan 120 detik.
Dengan ritme pembaruan seperti itu, perangkat tidak menampilkan data detik demi detik, tetapi masih cukup dekat dengan kondisi aktual untuk kebutuhan pemantauan kasual. Bagi penggemar aviasi, pola ini sudah memadai untuk melihat lalu lintas udara dan mengikuti pesawat tertentu.
Perangkat ini dirancang untuk memungkinkan pengguna memilih pesawat spesifik dan memunculkan datanya. Fitur itu menjadikannya lebih dari sekadar layar yang menampilkan titik-titik penerbangan, karena ada interaksi langsung untuk menelusuri objek yang diinginkan.
Ketertarikan pada proyek seperti ini juga muncul di tengah maraknya perangkat DIY bertema pemantauan langit dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya sudah muncul proyek berbasis Raspberry Pi yang mengubah langit-langit rumah menjadi pelacak langit, lalu disusul perangkat meja yang menambahkan fungsi serupa.
Kemunculan ESP32 Flight Tracker memperlihatkan bahwa minat pada proyek aviasi rumahan sedang tumbuh. Bedanya, proyek ini menawarkan format yang lebih kecil dan lebih menyerupai perangkat genggam, bukan instalasi ruangan atau aksesori meja.
Bisa dirakit sendiri
Salah satu alasan proyek ini berpotensi menarik pembaca luas adalah ketersediaan materi pembuatannya. Kode sumber dan instruksi perakitan disediakan melalui GitHub, sehingga orang lain dapat mencoba membangun versinya sendiri.
Ketersediaan panduan itu penting karena proyek seperti ini sering kali berhenti sebagai demonstrasi konsep. Dalam kasus ESP32 Flight Tracker, pembuatnya justru membuka akses agar perangkat bisa direplikasi dan dinikmati komunitas yang lebih besar.
Bagi penggemar mikrokontroler, proyek ini menunjukkan fleksibilitas ESP32-S3 untuk penggunaan di luar otomasi rumah atau sensor sederhana. Sementara bagi penggemar pesawat, alat ini memberi cara baru untuk mengamati langit melalui perangkat rakitan yang kecil, interaktif, dan fungsional.
Source: www.xda-developers.com






