Saya Jalankan Cek Kesehatan SSD Yang Sama Di Linux Dan Windows, Hanya Satu Yang Ungkap Semuanya

Saat SSD mulai terasa “cukup tua” untuk dipertimbangkan penggantinya, angka sehat atau tidak sehat saja ternyata belum tentu memberi gambaran lengkap. Pengujian yang sama pada Windows dan Linux menunjukkan satu hal penting: status dasar bisa terlihat meyakinkan, tetapi detail yang menentukan kondisi sebenarnya justru baru muncul di sistem lain.

Dalam kasus ini, drive NVMe yang dipakai sudah sekitar empat tahun, dan di tengah harga penyimpanan yang masih tinggi, keputusan untuk mengganti tentu tidak bisa diambil buru-buru. Langkah paling masuk akal adalah memeriksa kesehatan drive lebih dulu, tetapi hasil pemeriksaan di Windows justru terasa terlalu sederhana.

Windows hanya memberi jawaban biner

Di Windows, alat bawaan untuk memantau kesehatan SSD memang ada, tetapi informasinya sangat terbatas. Hasilnya hanya menunjukkan apakah perangkat “Healthy” atau tidak, tanpa menjelaskan tingkat keausan secara lebih rinci.

Untuk mendapatkan data yang lebih dalam, CrystalDiskInfo dipasang. Aplikasi itu langsung menampilkan data S.M.A.R.T. lengkap, termasuk total data yang sudah ditulis, total data yang dibaca, power-on hours, available spare capacity, dan angka “Percentage Used” yang mencerminkan konsumsi daya tahan berdasarkan rating TBW dari pabrikan.

Dari sana terlihat bahwa Crucial P3 500GB NVMe yang dipakai sebagai drive Windows berada di angka kesehatan 77%. Dengan usia pakai sekitar empat tahun, perhitungan kasarnya masih memberi ruang satu sampai satu setengah tahun sebelum turun di bawah 70%, level yang mulai layak dipikirkan untuk penggantian.

Namun angka itu tetap belum menjawab semua pertanyaan. SSD tidak selalu aus secara linear, dan sebuah drive bisa tampak baik-baik saja di satu waktu lalu rusak tiba-tiba di waktu lain.

Ada angka yang membuat ragu

CrystalDiskInfo juga memperlihatkan satu metrik yang sulit diabaikan, yaitu “Number of Error Information Log Entries” yang berada di 6.605. Aplikasi itu tidak menjelaskan arti error tersebut, sehingga batas informasi dari Windows terasa sudah tercapai.

Angka di tangkapan layar memang muncul di 6.610 karena diambil setelah restart Windows, yang menaikkan hitungan error. Meski begitu, inti masalahnya tetap sama: Windows hanya menunjukkan bahwa ada error, bukan jenis error-nya.

Linux membuka rincian yang hilang

Karena sistem yang dipakai adalah dual-boot Windows dan Linux, pengecekan dilanjutkan ke Linux. Di sana, utilitas nvme-cli bisa berbicara langsung ke protokol NVMe, sehingga data diagnostik yang tidak terlihat jelas di alat generik S.M.A.R.T. bisa dibaca lebih detail.

Perintah nvme smart-log menampilkan log S.M.A.R.T. penuh langsung dari kontroler drive. Hasilnya mengonfirmasi data dari CrystalDiskInfo, tetapi dengan konteks yang lebih lengkap: available spare tetap 100%, media errors 0, percentage used 23%, dan jumlah error log entries tetap 6.605.

Langkah berikutnya jauh lebih penting, karena Linux memungkinkan log error itu diperiksa satu per satu. Di sana terlihat 16 entri, dan Entry 0 memuat seluruh 6.605 error yang tercatat.

Error-nya bukan tanda kerusakan fisik

Entry 0 menunjukkan status 0x2002, yang berarti Invalid Field in Command. Artinya, ada nilai field yang dicadangkan atau tidak didukung di sebuah field yang terdefinisi.

Empat belas entri lain, dari Entry 1 sampai Entry 15, masing-masing menunjukkan error count 0 dan status Successful Completion. Dengan data itu, kesimpulannya berubah cukup jauh dari kekhawatiran awal.

SSD tersebut ternyata baik-baik saja. Tidak ada media errors, tidak ada masalah integritas data, dan tidak ada tanda kegagalan fisik NAND.

Linux juga bisa menjalankan tes mandiri

nvme-cli tidak hanya membaca data kesehatan, tetapi juga bisa menjalankan self-test bawaan pada drive. Dalam pengujian ini, short self-test dijalankan dan hasilnya menunjukkan Operation Result: 0, yang berarti drive lolos tanpa masalah internal yang terdeteksi.

Bagi pengguna Windows yang tidak memakai dual-boot, alat ini tetap bisa dicoba tanpa memasang Linux permanen. Cara yang paling mudah adalah membuat USB bootable berisi Ubuntu atau distro Linux lain, lalu menjalankannya sebagai live environment agar sistem Windows tetap aman.

Dari sana, nvme-cli dapat dipasang dan dipakai untuk memeriksa kesehatan SSD, menjalankan self-test, dan membaca error log secara langsung. Setelah selesai, perangkat bisa direboot kembali ke Windows seperti biasa.

Terkait