Pengguna Home Assistant kini punya opsi menarik untuk menambah perangkat kontrol rumah pintar tanpa membeli produk jadi. Sebuah proyek open-source bernama Zigbee Touch Keypad memungkinkan siapa pun merakit keypad pintar sendiri yang tipis, nirkabel, dan bekerja tanpa ketergantungan cloud.
Daya tarik utamanya ada pada kombinasi desain dan kebebasan integrasi. Perangkat ini dibuat untuk terhubung lewat Zigbee, sehingga bisa dipakai dalam sistem yang menerima sinyal Zigbee dan langsung dimasukkan ke pengaturan Home Assistant.
Menurut Hackster.io, proyek ini menonjol karena memberi kontrol penuh kepada pengguna. Keypad tersebut tidak diikat ke layanan pihak ketiga dan tidak terkurung dalam satu ekosistem tertentu, sehingga lebih fleksibel dibanding banyak perangkat komersial.
Pembuat proyek, 2dom, merancangnya dengan tujuan yang sangat spesifik. Ia menginginkan keypad pintu yang tampak rapi di dinding, berbodi tipis, nirkabel, tanpa sekrup yang terlihat, dan dapat dipasang di dekat pintu depan agar Home Assistant bisa langsung merespons saat kode dimasukkan.
Pendekatan itu menjawab keluhan umum pada produk siap pakai. Menurut 2dom, keypad Zigbee yang dijual di pasaran kerap mahal, membutuhkan daya listrik utama, atau terkunci ke satu ekosistem.
Dirancang untuk ditempel di dinding
Salah satu nilai jual terkuat proyek ini adalah bentuknya yang sangat ringkas. Ukurannya disebut kira-kira sebesar dispenser Pez, sehingga tidak memakan banyak ruang dan lebih mudah menyatu dengan tampilan dinding rumah.
Desainnya juga dibuat ramping dan bersih secara visual. Tidak adanya sekrup yang terlihat memberi kesan lebih modern, sesuatu yang penting bagi pengguna yang ingin rumah pintarnya tetap terlihat rapi.
Bentuk yang kecil itu tidak membuat fungsinya terasa terbatas. Karena berbasis Zigbee, keypad ini bisa menjadi pemicu berbagai automasi Home Assistant dan berperan sebagai antarmuka fisik yang sederhana untuk perangkat rumah pintar lain.
Nirkabel dan tidak bergantung cloud
Aspek nirkabel menjadi keunggulan lain yang menonjol. Pengguna tidak perlu menarik kabel ke dinding atau menyiapkan sambungan listrik utama hanya untuk menambahkan keypad ini ke area pintu masuk atau titik lain di rumah.
Proyek ini juga sepenuhnya menghindari ketergantungan pada cloud. Bagi komunitas Home Assistant, hal itu penting karena berarti kontrol perangkat tetap berada di tangan pengguna dan tidak bergantung pada layanan eksternal.
Keunggulan semacam ini biasanya sulit ditemukan dalam satu paket. Banyak perangkat komersial menawarkan kemudahan, tetapi sering datang dengan batasan ekosistem atau model penggunaan yang tidak sepenuhnya lokal.
Dalam proyek ini, filosofi yang diusung justru sebaliknya. Pengguna dapat membangun perangkat sendiri, memahami cara kerjanya, dan memperbaikinya tanpa harus membeli unit baru ketika terjadi kerusakan.
Daya tahan baterai cukup panjang
Meski dimensinya kecil, daya tahannya tergolong menarik untuk perangkat DIY. Zigbee Touch Keypad diklaim dapat bertahan sekitar enam bulan dalam sekali pengisian daya.
Daya tahan itu membuatnya lebih praktis untuk penggunaan harian. Pengguna tidak perlu terlalu sering membongkar perangkat dari dinding hanya untuk mengisi ulang baterai.
Kombinasi ukuran mungil dan umur pakai baterai yang panjang juga memperluas opsi penempatan. Keypad bisa dipasang di dekat pintu depan atau titik lain yang membutuhkan akses cepat tanpa harus memikirkan kabel daya.
Semua bahan dan panduan tersedia
Bagi yang ingin merakitnya sendiri, proyek ini tidak disimpan tertutup. Seluruh file, bill of materials, dan instruksi perakitan sudah tersedia melalui halaman GitHub Zigbee Touch Keypad.
Ketersediaan dokumen lengkap itu menurunkan hambatan masuk bagi pehobi dan pengguna Home Assistant yang ingin mencoba. Mereka tidak hanya mendapat gambaran konsep, tetapi juga daftar komponen dan panduan yang dibutuhkan untuk membangun perangkat dari awal.
Keputusan untuk membuka semua materi juga memperkuat karakter proyek ini sebagai perangkat open-source. Artinya, pengguna dapat mempelajari, menyesuaikan, dan mengembangkan perangkat tersebut sesuai kebutuhan instalasi rumah pintarnya masing-masing.
Dalam konteks pasar smart home, pendekatan ini memberi alternatif yang berbeda dari perangkat siap pakai. Alih-alih membeli solusi tertutup, pengguna dapat membangun keypad yang tipis, bebas cloud, dan terintegrasi dengan Home Assistant menggunakan fondasi Zigbee yang sudah umum di banyak pengaturan rumah pintar.
