Perselisihan antara Anthropic dan Alibaba menyorot sisi lain dari perkembangan AI yang selama ini jarang jadi perhatian publik. Di balik manfaatnya untuk membuat model lebih ringan dan efisien, teknik yang disebut AI distillation kini dipersoalkan karena diduga dipakai untuk meniru kemampuan model lain tanpa izin.
Kasus ini penting karena menyentuh dua hal sekaligus: efisiensi teknologi dan perlindungan hak atas model AI. Anthropic, perusahaan di balik chatbot Claude, menuduh Alibaba menggunakan teknik tersebut dalam operasi berskala besar yang melibatkan interaksi masif dengan sistem mereka.
Cara kerja AI distillation
AI distillation adalah metode ketika model AI yang lebih kecil belajar dari model yang lebih besar dan lebih pintar. Model kecil tidak harus mempelajari semua data dari awal, melainkan cukup menangkap pola jawaban yang dihasilkan model besar.
Pendekatan ini populer karena bisa memangkas biaya pelatihan dan kebutuhan komputasi. Banyak perusahaan teknologi memakainya untuk membangun AI yang tetap cepat, hemat sumber daya, dan praktis digunakan.
Mengapa teknik ini memicu sengketa
Masalah muncul saat distillation dipakai untuk menyalin kemampuan model AI milik pihak lain tanpa persetujuan. Anthropic menuding ada operasi yang memanfaatkan ribuan akun untuk terus berinteraksi dengan Claude dan mengumpulkan jawabannya sebagai bahan pelatihan model lain.
Perusahaan menyebut proses itu dilakukan melalui jutaan permintaan yang dikirim secara sistematis selama beberapa bulan. Dengan cara seperti ini, pihak yang diduga melakukan distillation tidak perlu menanggung biaya pelatihan sebesar pengembang model asli.
Skala dugaan serangan yang diungkap Anthropic
Dalam surat kepada Senat Amerika Serikat, Anthropic menyebut dugaan operasi tersebut melibatkan sekitar 28,8 juta interaksi melalui hampir 25.000 akun palsu. Perusahaan juga menyatakan ini sebagai dugaan serangan distillation terbesar yang pernah mereka temukan sejauh ini.
Anthropic menilai aktivitas itu melanggar pembatasan akses layanan mereka di China. Perusahaan juga mengatakan ini bukan kali pertama mereka menyoroti dugaan praktik serupa, karena beberapa laboratorium AI asal China sebelumnya juga pernah disebut melakukan upaya sejenis.
Dorongan untuk aturan yang lebih ketat
Setelah mengungkap dugaan tersebut, Anthropic meminta pemerintah Amerika Serikat memperkuat perlindungan terhadap teknologi AI. Perusahaan juga mendorong kerja sama yang lebih erat antara regulator dan pelaku industri untuk menghadapi ancaman distillation berskala besar.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan soal perlunya regulasi baru untuk melindungi model AI dari penyalahgunaan. Anthropic menilai serangan seperti ini sulit dicegah hanya dengan pembatasan akses layanan.
Perdebatan itu menunjukkan bahwa AI distillation kini tidak hanya dipandang sebagai teknik teknis, tetapi juga sebagai isu bisnis dan keamanan. Di tengah perlombaan membangun model yang makin canggih, persaingan global di bidang AI semakin bergeser ke soal kontrol, izin, dan perlindungan teknologi.
