7 HP Murah Rp 1 Jutaan yang Masih Layak Dipilih, Dari Basic Harian hingga Ojol

Author: Qoo Media

Di tengah kenaikan harga gadget dan tekanan biaya produksi, masih ada HP murah Rp 1 jutaan yang bisa dipakai untuk kebutuhan harian. Pilihan di kelas ini memang makin terbatas, tetapi beberapa model tetap cukup untuk produktivitas basic, komunikasi, dan kebutuhan lapangan seperti driver ojek online.

Kondisi pasar sekarang tidak lagi seramah sebelumnya karena krisis memori global ikut menekan spesifikasi perangkat. Artikel referensi menyebut, permintaan chip memori untuk infrastruktur AI membuat pasokan ke smartphone konsumen makin ketat, sehingga banyak HP murah mengalami penyesuaian fitur.

Kenapa kelas Rp 1 jutaan terasa makin “dipangkas”

Fenomena shrinkflation ikut terasa di segmen ini. Kalau pada 2025 masih mudah menemukan HP Rp 1 jutaan dengan RAM 6-8 GB dan storage 128 GB, kini banyak pilihan turun ke RAM 3-4 GB dan storage 64 GB.

Penurunan itu juga terlihat dari fitur lain. Beberapa model kembali memakai layar HD+, menghilangkan sensor gyro, atau tetap memakai penyimpanan eMMC agar harga bisa ditekan.

Untuk kebutuhan ringan, kondisi tersebut masih bisa diterima. Namun bagi pengguna yang membuka banyak aplikasi, memakai navigasi seharian, atau mengandalkan perangkat untuk kerja lebih intensif, kelas Rp 2-3 jutaan tetap lebih aman jika anggaran memungkinkan.

Pilihan yang masih layak dipertimbangkan

Berikut tujuh HP murah yang masih masuk daftar rekomendasi karena menawarkan fungsi dasar yang relevan, meski masing-masing punya kompromi di sisi tertentu.

  1. Itel A200
    Model ini dibanderol sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta untuk dua varian memori. Keunggulannya ada pada layar 120 Hz, IP rating, serta tambahan fitur seperti audio jack dan infrared blaster.

Kekurangannya cukup jelas karena belum mendukung NFC, masih memakai eMMC 5.1, dan pengisian dayanya hanya 10 watt. Kamera utamanya juga turun menjadi 13 MP, dari 50 MP pada generasi sebelumnya.

  1. Itel City 200
    Varian ini dijual sekitar Rp 1,7 jutaan untuk RAM 4 GB dan storage 128 GB. Poin menariknya ada pada NFC, sertifikasi IP65, baterai 5.200 mAh, serta tetap membawa infrared blaster dan audio jack.

Di sisi lain, ponsel ini tidak punya light sensor sehingga tidak mendukung auto brightness. Sensor gyro juga tidak tersedia, jadi pengguna perlu menyesuaikan ekspektasi saat memakainya untuk kebutuhan tertentu.

  1. Tecno Spark Go 3
    Tecno menawarkan Spark Go 3 di kisaran Rp 1.849.000 untuk varian RAM 4 GB dan storage 64 GB. Ada juga versi 4/128 GB yang dijual Rp 1.949.000 dengan chipset UniSOC T7250.

Kelebihan utamanya adalah layar 120 Hz adaptif, IP rating, dan audio jack. Informasi pada referensi tidak merinci sisi kekurangannya, tetapi posisinya tetap menarik bagi pengguna yang mencari layar mulus dan fitur dasar yang cukup lengkap.

  1. Samsung Galaxy A07
    Meski disebut sebagai barang keluaran tahun lalu, Galaxy A07 masih relevan di harga Rp 1,8 jutaan untuk varian RAM 4 GB dan storage 64 GB. Nilai jual utamanya datang dari chipset Helio G99 yang disebut sebagai yang paling kencang di daftar ini.

Penyimpanannya sudah UFS 2.2, ada dukungan pembaruan perangkat lunak hingga 6 tahun, dan kamera 50 MP plus mikrofon ganda membuatnya lebih menonjol di kelas harga ini. Ponsel ini juga mendukung pengisian daya 25 watt yang sudah termasuk di paket penjualan, meski belum ada NFC dan opsi memorinya terbatas.

  1. Redmi A7 Pro atau Poco C81 Pro
    Dua model ini identik dan sama-sama dijual di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta untuk RAM 4 GB dan storage 128 GB. Keduanya menonjol lewat layar 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz dan baterai 6.000 mAh.

Penyimpanannya sudah mendukung UFS meski memakai UniSOC T7250, dan janji pembaruan versi Android sampai 4 kali juga menjadi daya tarik. Untuk pasar Indonesia, keduanya tidak membawa NFC dan belum memiliki IP rating.

  1. vivo Y19s Pro
    vivo Y19s Pro dijual Rp 1,6 juta untuk RAM 4 GB dan storage 64 GB, sedangkan versi 6 GB dan 128 GB dibanderol Rp 1.999.000. Keunggulan yang paling menonjol ada pada fast charging 44 watt, Dual Speaker, IP64, dan audio jack.

Namun, chipset yang dipakai masih UniSOC T612 dan penyimpanannya masih eMMC. NFC juga tidak tersedia, sehingga perangkat ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan pengisian cepat dan audio ketimbang performa berat.

  1. Motorola G06 Power
    Model ini mengandalkan baterai 7.000 mAh dan dijual sekitar Rp 1,9 jutaan saat promo. Di luar promo, harga varian 4 GB/128 GB adalah Rp 2.099.000, sementara versi 8 GB/128 GB mencapai Rp 2,5 jutaan.

Motorola juga menyematkan NFC, speaker stereo, UI yang bersih dari iklan, IP64, dan kamera utama 50 MP. Kekurangannya ada pada penyimpanan eMMC dan pengisian daya 18 watt yang terasa lama untuk baterai sebesar itu.

Mana yang paling cocok untuk kebutuhan harian

Untuk pemakaian yang lebih fokus ke performa, Samsung Galaxy A07 terlihat paling kuat di daftar ini karena chipset, UFS 2.2, dan dukungan update jangka panjang. Bagi pengguna yang lebih mementingkan baterai besar dan kenyamanan notifikasi atau navigasi ringan, Motorola G06 Power dan Redmi A7 Pro atau Poco C81 Pro bisa menjadi opsi yang menarik.

Sementara itu, Itel City 200 dan vivo Y19s Pro cocok untuk pengguna yang memerlukan fitur praktis seperti NFC, IP rating, atau fast charging. Di kelas harga ini, pembeli memang perlu memilih berdasarkan prioritas paling penting, karena tidak ada model yang benar-benar unggul di semua sisi sekaligus.

Source: www.suara.com
Terbaru