Re-release Dead or Alive 6: Last Round justru menuai respons keras di Steam. Alih-alih disambut sebagai edisi definitif dari game pertarungan 2019 itu, rilis ulang ini dibanjiri ulasan negatif dan tercatat berada di 78% review buruk.
Masalah utamanya bukan hanya soal kualitas game di dalam arena, tetapi juga cara penerbit membungkusnya. Banyak pemain menilai model rilis ulang ini terasa seperti konten lama yang dijual kembali, sementara biaya tambahan yang menumpuk membuat pengalaman masuk ke seri ini terasa jauh lebih mahal dari yang diharapkan.
Edisi definitif yang memicu penolakan
Sebagai bagian dari perayaan 30 tahun seri Dead or Alive, Last Round diposisikan sebagai versi paling lengkap dari Dead or Alive 6. Edisi ini membawa photo mode dan berbagai DLC kostum serta outfit, dengan total sekitar 440 item DLC.
Namun, jumlah konten tambahan itu justru menjadi salah satu sumber keluhan terbesar. Menurut IsThereAnyDeal, seluruh DLC tersebut bernilai sekitar $1,707.60, belum termasuk harga game dasarnya.
Keluhan soal model bisnis
Reaksi negatif di Steam banyak dipicu oleh keputusan merilis ulang game tanpa jalur upgrade yang jelas. Sebagian pemain berpendapat game ini seharusnya cukup diperbarui, bukan dijual ulang sebagai edisi baru.
Situasi itu makin berat karena Dead or Alive 6: Last Round juga tidak menawarkan jalan upgrade gratis atau diskon besar bagi pemilik Dead or Alive 6 versi lama. Di saat yang sama, versi 2019 asli sudah dihapus dari toko digital, sehingga pemain baru praktis harus membeli edisi terbaru untuk bisa masuk ke game ini.
Konten yang tetap kuat, tetapi tidak cukup menenangkan fans
Di luar kontroversi monetisasi, inti gameplay Last Round disebut masih terasa mirip dengan Dead or Alive 6 versi awal. Dari sisi performa dan sistem pertarungan, game ini dinilai tetap solid, tetapi beberapa fitur penting masih absen.
Rollback netcode belum tersedia, dan cross-platform play juga masih tidak ada. Untuk genre fighting yang sangat bergantung pada koneksi dan komunitas aktif, absennya dua fitur itu ikut menambah kekecewaan sebagian pemain.
DLC karakter lama dan harga baru yang lebih tinggi
Dead or Alive 6: Last Round memang memuat sejumlah karakter DLC yang sebelumnya sudah pernah dirilis. Nama-nama seperti Nyotengu, Phase 4, Momiji, Rachel, dan Tamaki tercantum dalam rilis ulang ini, bersama kostum baru, ratusan item kosmetik, dan season pass untuk konten berbayar.
Meski begitu, tidak semua karakter tamu kembali hadir. Mai Shiranui dan Kula Diamond tidak termasuk dalam rilis ulang ini, sehingga status kehadiran mereka menjadi titik sensitif bagi pemain lama yang berharap konten tersebut ikut dibawa ke versi baru.
Harga konten tambahan juga ikut berubah. Karakter DLC yang sebelumnya dibanderol $4 kini dijual $8 per karakter, membuat biaya untuk mengoleksi konten tambahan terasa semakin berat.
Masih ada versi gratis, tetapi sangat terbatas
Di tengah kritik itu, Dead or Alive 6: Last Round tetap menawarkan Core Fighters sebagai opsi free-to-play. Masalahnya, versi gratis ini hanya memberi akses ke sedikit karakter, sehingga jauh dari pengalaman penuh yang ditawarkan edisi berbayar.
Bagi pemain yang ingin menikmati seluruh isi Last Round, kombinasi base game berbayar, karakter yang dijual terpisah, kosmetik, dan DLC lain bisa berubah menjadi investasi yang besar dan berulang. Karena itu, banyak ulasan memuji kualitas pertarungan intinya, tetapi menilai model bisnis yang menyertainya justru menenggelamkan rilis ulang ini.
Source: www.notebookcheck.net






