BINUS University sedang mendorong narasi besar tentang masa depan kecerdasan buatan lewat gagasan AI for Life. Di tengah percepatan teknologi di Asia Pasifik, kampus ini menempatkan AI bukan sekadar sebagai alat, tetapi sebagai sarana untuk memperkuat kualitas hidup, produktivitas, dan kedaulatan bangsa.
Pendekatan itu menjadi penting karena penggunaan AI di berbagai sektor kerap berhenti pada adopsi tools. BINUS memilih mendorong arah yang lebih strategis, dengan penekanan pada pemanfaatan AI secara etis dan lintas disiplin agar dampaknya terasa langsung pada manusia dan masyarakat.
45 tahun dan misi transformasi
Momentum ini juga menandai perjalanan 45 tahun BINUS University dalam dunia pendidikan. Dari penanda usia itu, BINUS menegaskan komitmennya untuk ikut memimpin transformasi digital nasional sekaligus regional.
Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menegaskan bahwa teknologi harus ditempatkan untuk memperkuat kehidupan manusia. Menurutnya, AI for Life hadir untuk memastikan AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan mendukungnya.
Tiga fokus utama AI for Life
Gagasan AI for Life dirumuskan melalui tiga fokus keilmuan strategis. Ketiganya dirancang untuk membaca peta jalan teknologi Indonesia dari sisi teknis, bisnis, hingga kebijakan.
Fokus pertama berada di ranah teknologi, engineering, dan IT melalui AI Transformation. Arah ini menekankan perubahan dari sekadar pengguna AI menjadi pencipta nilai ekonomi dan sosial, sekaligus menyoroti kebutuhan infrastruktur data, perlindungan privasi, etika, dan kesiapan talenta digital.
Fokus kedua menyasar bisnis dan industri kreatif. Dalam ranah ini, AI diposisikan sebagai mitra strategis untuk mempercepat eksploitasi ide dan daya saing efisiensi, tanpa menghapus sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia.
Fokus ketiga menyentuh geopolitik, hukum, dan kebijakan nasional. Bagian ini menekankan urgensi kedaulatan data, keamanan siber, mitigasi perang asimetris, serta regulasi yang responsif agar kepentingan publik tetap terlindungi tanpa menghambat inovasi.
Panggung global untuk Indonesia
Visi itu tidak berhenti di lingkungan kampus. BINUS University ditunjuk sebagai tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum internasional yang akan membawa dialog pendidikan tinggi dan inovasi teknologi Indonesia ke level global.
Ajang bertema Advancing Education for Purpose and Impact itu dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre. Lebih dari 1.000 delegasi lintas negara akan hadir, mulai dari pemimpin perguruan tinggi, regulator pemerintah, hingga pelaku industri teknologi.
Forum tersebut juga akan menggaungkan lebih luas orasi ilmiah bertema Shaping the Next Intelligence Era: Artificial Intelligence, Leadership, and Collaboration. Di sana, Indonesia diharapkan tampil sebagai tuan rumah dialog penting mengenai masa depan AI.
Momentum bagi ekosistem pendidikan tinggi
Penunjukan BINUS sebagai penyelenggara forum itu dipandang sebagai cerminan kesiapan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Dengan rekam jejak 45 tahun dan penekanan pada dampak nyata teknologi, BINUS dinilai memiliki posisi yang tepat untuk menjembatani dialog global.
President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, menyebut kesempatan itu bukan hanya pencapaian bagi BINUS. Ia menegaskan bahwa momen tersebut juga menjadi peluang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global.
Dorongan AI for Life memperlihatkan bahwa pertarungan teknologi tidak hanya soal kecepatan inovasi. Bagi BINUS, agenda besarnya adalah memastikan AI ikut membangun masa depan yang lebih manusiawi, produktif, dan berdaya saing.
Source: www.idntimes.com






