Kehilangan ponsel bukan hanya soal perangkat yang raib. Akun WhatsApp di dalamnya juga bisa ikut terancam dan disalahgunakan untuk menipu kontak terdekat.
Karena itu, ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan begitu HP hilang atau dicuri. Mediaindonesia.com merangkum cara paling praktis untuk memutus akses pelaku sebelum akun dipakai untuk hal yang merugikan.
1. Blokir Kartu SIM Segera
Langkah pertama yang paling mendesak adalah menghubungi operator seluler untuk memblokir kartu SIM. Tujuannya agar pelaku tidak bisa menerima SMS verifikasi atau panggilan telepon untuk mengambil alih akun WhatsApp.
2. Urus Kartu SIM Baru dengan Nomor yang Sama
Setelah SIM diblokir, segera datangi gerai resmi operator untuk membuat kartu pengganti dengan nomor yang sama. Langkah ini penting agar kendali atas nomor telepon dan identitas digital bisa dipulihkan secepat mungkin.
3. Login WhatsApp di Perangkat Baru
Begitu kartu SIM baru aktif, pasang di ponsel lain lalu masuk ke WhatsApp. Saat verifikasi nomor berhasil, akun WhatsApp di ponsel yang hilang akan keluar otomatis dan tidak bisa lagi dipakai sebagai perangkat utama.
| Langkah | Tujuan Utama | Dampak |
|---|---|---|
| Blokir kartu SIM | Menghentikan akses verifikasi | Pelaku tidak bisa ambil alih akun |
| Urus SIM baru | Memulihkan nomor yang sama | Akun lebih cepat dipindahkan ke perangkat baru |
| Login di perangkat baru | Memverifikasi ulang akun | WhatsApp di HP lama otomatis keluar |
4. Putuskan Semua Perangkat Tertaut
Masuk ke menu Setelan, lalu pilih Perangkat Tertaut. Periksa apakah ada sesi aktif di WhatsApp Web atau aplikasi desktop yang tidak dikenali, lalu pilih keluar dari semua perangkat tersebut.
5. Hubungi Dukungan Resmi WhatsApp
Jika kartu SIM baru belum tersedia, pengguna bisa mengirim email ke dukungan resmi WhatsApp. Sertakan kalimat “Hilang/Dicuri: Mohon nonaktifkan akun saya” serta nomor telepon lengkap dalam format internasional, misalnya +6281xxx.
Langkah itu akan menonaktifkan akun sementara sampai nomor berhasil diaktifkan kembali. WhatsApp juga menyarankan penggunaan Two-Step Verification atau Verifikasi Dua Langkah sebagai lapisan keamanan tambahan, terutama jika kartu SIM berisiko dikloning.
Source: mediaindonesia.com






