Netflix Dinilai Sejalan dengan PP Tunas, Komdigi Soroti Konten Anak yang Aman

Pemerintah mempercepat penerapan PP Tunas untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Di tengah dorongan itu, Netflix mendapat apresiasi dari Komdigi karena dinilai menghadirkan pendekatan yang sejalan dengan standar konten aman bagi anak.

Apresiasi tersebut muncul setelah Netflix menggelar Netflix Family Festival 2026: World of Wonder di Jakarta. Wamen Komdigi Nezar Patria menilai langkah itu menunjukkan bahwa platform digital bisa tetap kreatif sambil mematuhi aturan perlindungan anak yang ditetapkan pemerintah.

Netflix Dinilai Kreatif Menjalankan PP Tunas

Nezar mengatakan acara tersebut menjadi contoh implementasi PP Tunas yang tidak mematikan inovasi. Menurut dia, Netflix mampu menggabungkan kepatuhan pada regulasi dengan pengalaman yang menarik bagi keluarga dan tetap memberi ruang bagi kreator lokal.

“Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix untuk acara World of Wonder hari ini. Netflix membuat sebuah event yang menurut saya sangat baik sekali dan sejalan dengan PP Tunas,” ujar Nezar Patria di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Ia juga menyoroti bahwa anak-anak yang mengakses layanan streaming perlu mendapat pengalaman menonton yang sesuai usia. Karena itu, pembatasan usia dan standar perlindungan anak menjadi bagian penting dari implementasi PP Tunas.

AgendaLokasiKeterangan
Netflix Family Festival 2026: World of WonderJakartaDigelar sebagai bentuk dukungan terhadap standar konten aman untuk keluarga dan anak
Screening film Aku Sebelum AkuDalam rangkaian acara yang samaKarya sutradara Gina S. Noer dan menjadi bagian dari dukungan pada konten keluarga berkualitas

Dalam rangkaian acara itu, Netflix juga menggelar screening film Indonesia Aku Sebelum Aku karya sutradara nasional Gina S. Noer. Langkah tersebut ikut mendapat apresiasi karena mendukung berkembangnya konten keluarga berkualitas di Indonesia.

“Pada acara ini kita juga ada screening film Aku Sebelum Aku, karya filmmaker nasional Gina S. Noer. Saya kira kita memberikan apresiasi yang tinggi untuk itu,” kata Nezar.

Komdigi Ingin Langkah Ini Jadi Contoh

Nezar berharap pendekatan yang dilakukan Netflix bisa menjadi referensi bagi platform digital lain dalam menyosialisasikan PP Tunas kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti World of Wonder bisa memperlihatkan bahwa edukasi regulasi dapat dilakukan dengan cara yang menarik.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini mungkin bisa menjadi contoh bagi sejumlah penyelenggara sistem elektronik lainnya mengenai bagaimana menyosialisasikan PP Tunas kepada audiens,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlindungan anak di ruang digital sudah menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah platform digital dan media sosial kini mulai menyediakan fitur khusus anak, menerapkan pembatasan usia akun, dan memperketat sistem pengawasan.

“Hari ini kalau kita lihat di platform-platform media sosial, semua fitur-fitur yang khusus buat anak itu sudah disediakan dan juga pembatasan akunnya mulai cukup intens dilakukan,” ungkapnya.

Meski begitu, Komdigi tetap akan melakukan evaluasi berkelanjutan agar setiap platform semakin optimal menjalankan standar PP Tunas. Evaluasi itu diharapkan membuat ekosistem digital nasional makin aman, sehat, edukatif, dan inspiratif bagi anak-anak.

Langkah Netflix melalui World of Wonder memperlihatkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi bisa berjalan seiring dengan inovasi industri kreatif. Di saat pemerintah mendorong perlindungan anak di ruang digital, contoh seperti ini diposisikan sebagai model yang bisa diikuti platform digital lain di Indonesia.

Source: www.suara.com
Terkait