Kabel charger yang terlihat normal tidak selalu aman digunakan, terutama jika asal-usulnya tidak jelas. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa kabel yang telah dimodifikasi dapat menjadi jalan masuk serangan siber ke HP maupun laptop.
Risikonya bukan sekadar gangguan saat mengisi daya. Peretas disebut dapat memanfaatkan kabel berbahaya untuk menanam malware, mengakses perangkat dari jarak jauh, hingga mengambil data pribadi korban.
BSSN menjelaskan, ancaman ini sulit dikenali secara kasatmata karena komponen modifikasi di dalam kabel berukuran sangat kecil. Bentuk luarnya dapat menyerupai kabel pengisi daya biasa, sehingga pengguna berpotensi tidak menyadari bahaya saat meminjam atau memakai kabel tersebut.
Dalam unggahan Instagram pada Jumat (10/7), BSSN memperingatkan bahwa kabel berbahaya dapat menyembunyikan kode yang merugikan pengguna. “Sekilas bentuknya seperti kabel biasa, tapi di dalamnya ada kode berbahaya yang bisa mengambil alih perangkatmu secara remote dan menguras data pribadimu,” tulis BSSN.
Bukan Hanya Kabel Pinjaman
Ancaman tidak hanya datang dari kabel yang dipinjamkan orang asing. BSSN juga menyoroti charging station publik yang menyediakan port USB langsung, termasuk di bandara dan hotel.
Port USB di fasilitas umum dapat menjadi celah apabila telah dimodifikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saat perangkat langsung dihubungkan ke port tersebut, pengguna berisiko membuka akses bagi serangan terhadap perangkatnya.
| Situasi | Potensi Risiko | Langkah yang Dianjurkan |
|---|---|---|
| Meminjam kabel dari orang asing | Kabel dapat memuat komponen dan kode berbahaya | Hindari memakai kabel tersebut |
| Menggunakan port USB publik | Port berpotensi telah dimodifikasi | Jangan hubungkan perangkat langsung ke port USB fasilitas umum |
| Tidak membawa kabel saat bepergian | Pengguna tergoda memakai kabel atau port yang tidak dikenal | Beli kabel baru dan gunakan kepala charger pribadi |
Modus ini bekerja melalui komponen tersembunyi yang ditanamkan pada kabel. Komponen tersebut memungkinkan pelaku mengakses alamat IP kabel secara remote untuk menjalankan serangan ke perangkat yang terhubung.
Setelah akses diperoleh, pelaku berpotensi mengambil alih kendali penuh atas perangkat korban. BSSN menyebut serangan semacam ini bahkan dapat disertai upaya menghapus jejak serangan.
Kondisi tersebut membuat kebiasaan meminjam kabel tidak bisa dianggap sepele. Pengguna perlu memperlakukan kabel pengisi daya seperti perangkat elektronik lain yang juga harus diketahui asal dan keamanannya.
Ancaman Masih Personal, tetapi Berpotensi Meluas
Menurut BSSN, serangan melalui kabel modifikasi saat ini masih cenderung bersifat personal. Namun, ancaman itu dapat berkembang lebih luas seiring biaya produksi teknologi modifikasi yang semakin murah.
Perubahan biaya tersebut dapat membuat perangkat modifikasi lebih mudah dibuat atau diperoleh oleh pelaku. Karena itu, langkah pencegahan sederhana perlu dilakukan sebelum perangkat dihubungkan ke aksesori maupun fasilitas pengisian daya yang tidak dikenal.
BSSN menyarankan pengguna untuk tidak meminjam kabel charger dari orang asing. Jika tidak membawa kabel saat bepergian, pilihan yang dianjurkan adalah membeli kabel baru.
Pengguna juga diminta selalu membawa dan memakai kepala charger milik pribadi. BSSN menegaskan, “Selalu gunakan kepala charger milik pribadi dan hindari untuk langsung menghubungkan ke port USB yang tertanam di fasilitas umum.”
Langkah ini penting diterapkan saat berada di tempat dengan banyak fasilitas pengisian daya bersama. Menggunakan perangkat pengisian milik sendiri dapat membantu mengurangi risiko perangkat terhubung ke kabel atau port USB yang telah dimodifikasi.
Source: www.cnnindonesia.com






