Big Skutik Bensin Bisa Menguras Jutaan Lebih Banyak, Motor Listrik Lebih Hemat

Selisih biaya memakai big skutik bensin dan motor listrik dalam setahun dapat mencapai jutaan rupiah. Perbedaan terbesar muncul dari pengeluaran energi, terutama bagi pengendara yang menempuh jarak sekitar 15.000 kilometer per tahun.

Motor listrik berpotensi memangkas biaya harian secara signifikan karena tarif pengisian daya lebih rendah daripada kebutuhan bensin. Namun, big skutik bermesin bensin masih menawarkan fleksibilitas yang sulit ditandingi untuk perjalanan jauh.

Simulasi penggunaan sepanjang 2026 memakai jarak tempuh 15.000 kilometer per tahun, yang cukup umum bagi pengguna kendaraan harian di kota besar maupun daerah penyangga. Angka akhirnya dapat berubah sesuai gaya berkendara, kondisi jalan, harga BBM, serta tarif listrik di tiap daerah.

Big skutik bensin dalam perbandingan ini merujuk pada model populer seperti Honda PCX 160 dan Yamaha NMAX 155. Sementara kelompok skuter listrik premium diwakili oleh ALVA Cervo dan Polytron Fox-S.

Pengeluaran energi menjadi pembeda utama

Big skutik bensin umumnya mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 40 hingga 45 kilometer per liter. Dengan kebutuhan perjalanan 15.000 kilometer, pengguna diperkirakan membutuhkan sekitar 330 hingga 375 liter bensin selama setahun.

Dengan asumsi harga bensin non-subsidi berada pada kisaran belasan ribu rupiah per liter, total biaya bahan bakar dapat mencapai Rp4,5 juta hingga Rp6 juta. Nilai tersebut belum memasukkan biaya servis berkala dan penggantian komponen.

Di sisi lain, motor listrik membutuhkan energi sekitar 2 hingga 4 kWh untuk setiap 100 kilometer perjalanan. Untuk jarak tahunan yang sama, biaya pengisian daya di rumah diperkirakan hanya berada di kisaran Rp700 ribu sampai Rp1,3 juta.

Artinya, dari kebutuhan energi saja, pengguna motor listrik berpotensi menghemat lebih dari Rp3 juta hingga Rp5 juta dalam setahun. Penghematan ini menjadi pertimbangan kuat bagi pengendara dengan rute rutin di area perkotaan.

AspekBig Skutik BensinSkuter Listrik Premium
Contoh modelHonda PCX 160, Yamaha NMAX 155ALVA Cervo, Polytron Fox-S
Kebutuhan energi40-45 km per liter2-4 kWh per 100 km
Biaya energi per tahunRp4,5 juta-Rp6 jutaRp700 ribu-Rp1,3 juta
Jarak simulasi15.000 km per tahun15.000 km per tahun

Servis rutin ikut memperlebar selisih

Biaya operasional motor bensin tidak berhenti pada pengisian bahan bakar. Pemilik juga perlu menjadwalkan penggantian oli mesin, oli gardan, filter udara, busi, serta pemeriksaan CVT.

Rata-rata biaya servis rutin big skutik bensin dapat berada pada rentang Rp800 ribu hingga Rp2 juta setahun. Besarnya pengeluaran bergantung pada intensitas pemakaian dan jenis pekerjaan perawatan yang diperlukan.

Motor listrik memiliki struktur mekanis yang lebih sederhana karena tidak memakai oli mesin, busi, atau filter udara. Perawatan rutin lebih banyak berfokus pada rem, ban, suspensi, perangkat lunak, dan sistem kelistrikan.

Kondisi tersebut membuat biaya perawatan berkala motor listrik cenderung lebih rendah. Meski begitu, pemilik tetap perlu memperhatikan usia serta siklus pengisian baterai sebagai komponen penting kendaraan.

Sejumlah produsen memberikan garansi baterai untuk beberapa tahun, sehingga pengguna tidak harus langsung menanggung pengeluaran besar selama periode garansi masih berjalan. Faktor ini perlu diperiksa sebelum membeli karena ketentuan tiap produsen dapat berbeda.

Lebih murah belum tentu paling sesuai

Keunggulan big skutik bensin terletak pada kemudahan mengisi bahan bakar dalam hitungan menit. Jaringan SPBU yang luas juga memberi rasa aman bagi pengguna yang sering bepergian antarkota atau memiliki mobilitas tinggi.

Skuter listrik lebih cocok untuk penggunaan perkotaan dengan jarak tempuh harian pendek hingga menengah. Pengisian daya dapat dilakukan di rumah pada malam hari agar kendaraan siap dipakai kembali pada pagi berikutnya.

Selain biaya energi yang lebih ringan, motor listrik menawarkan karakter berkendara yang lebih senyap dan tanpa emisi gas buang saat digunakan. Namun, ketersediaan fasilitas pengisian daya tetap menjadi bagian penting dalam perencanaan perjalanan.

Menurut informasi yang dihimpun sumeks.disway.id dari data teknis produsen serta keterangan Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM, pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus didorong melalui infrastruktur pengisian daya dan industri nasional. Perluasan jaringan dealer serta bengkel resmi juga terus berjalan seiring bertambahnya pengguna.

Nilai jual kembali, biaya asuransi, harga suku cadang, dan layanan purna jual tetap perlu dihitung sebelum menentukan pilihan. Saat ini kendaraan bensin masih memiliki jaringan servis yang lebih luas, sedangkan motor listrik menawarkan peluang penghematan yang lebih besar untuk pemakaian harian terukur.

Terkait