ChatGPT Kini Bisa Dibatasi Orang Tua, Perlindungan Remaja Diperketat

OpenAI memperketat perlindungan bagi pengguna remaja di ChatGPT melalui pengingat waktu layar, pembatasan konten berisiko, dan kontrol yang lebih luas untuk orang tua. Pembaruan ini membuat penggunaan AI oleh anak tidak lagi hanya bergantung pada pengaturan akun biasa.

Orang tua kini dapat menentukan kapan anak tidak boleh mengakses ChatGPT, mematikan fitur tertentu, serta mengarahkan penggunaan layanan ke mode belajar. Langkah ini menyasar kebutuhan remaja yang banyak memakai AI untuk belajar dan mendukung produktivitas sehari-hari.

Menurut laporan www.liputan6.com yang mengutip Digital Trends, ChatGPT akan mengingatkan pengguna remaja untuk berhenti sejenak setelah memakai layanan dalam durasi cukup lama. Pengingat tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi penggunaan layar yang berlebihan.

OpenAI menempatkan jeda penggunaan sebagai bagian dari pengalaman yang lebih sehat bagi pengguna muda. AI tetap dapat menjadi alat bantu belajar, tetapi pengguna juga didorong untuk tidak terus-menerus berada di depan layar.

Kontrol Baru untuk Orang Tua

Pembaruan pada Parental Controls ChatGPT memberi orang tua pilihan untuk mengatur Quiet Hours. Pada periode yang telah ditentukan, akun anak tidak dapat menggunakan ChatGPT.

Fitur ini memungkinkan aturan penggunaan teknologi di rumah diterapkan secara lebih langsung melalui layanan. Orang tua juga dapat menonaktifkan Voice Mode bagi akun remaja yang telah ditautkan.

Pembatasan lain mencakup akses terhadap fitur pembuatan gambar. Selain itu, orang tua dapat menjadikan Study Mode sebagai pengaturan bawaan setiap kali remaja memulai percakapan baru.

PengaturanFungsi untuk Akun Remaja
Pengingat istirahatMendorong pengguna berhenti sejenak setelah penggunaan cukup lama
Quiet HoursMembatasi akses ChatGPT pada periode yang ditentukan orang tua
Voice ModeDapat dinonaktifkan oleh orang tua
Pembuatan gambarAksesnya dapat dibatasi oleh orang tua
Study ModeDapat dijadikan pengaturan awal pada percakapan baru

Study Mode Tidak Sekadar Memberi Jawaban

Study Mode ChatGPT dirancang agar layanan tidak hanya menyajikan jawaban instan kepada pengguna. Mode ini membimbing remaja lewat pertanyaan yang membantu mereka memahami proses penyelesaian masalah.

Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai pendamping dalam kegiatan belajar, bukan sekadar mesin pencari jawaban akhir. Dengan pengaturan bawaan, orang tua dapat mendorong pola penggunaan yang lebih berorientasi pada pemahaman.

Di sisi lain, OpenAI membatasi respons ChatGPT terhadap sejumlah permintaan yang dinilai berisiko bagi remaja. Cakupannya meliputi konten tentang kekerasan, tantangan viral berbahaya, tindakan menyakiti diri sendiri, serta permainan peran romantis atau seksual.

Pembatasan ini ditujukan agar respons AI lebih sesuai dengan usia pengguna. Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga Keamanan ChatGPT Remaja ketika percakapan menyentuh topik yang sensitif.

Notifikasi untuk Pelanggaran Serius

OpenAI juga memperluas notifikasi keamanan untuk orang tua yang memiliki akun remaja tertaut. Pemberitahuan dapat dikirim apabila sistem mendeteksi pelanggaran serius, termasuk aktivitas dengan unsur kekerasan.

Namun, notifikasi itu tidak berlaku untuk semua percakapan yang memuat tema sensitif. OpenAI menyebut penulisan fiksi, diskusi berita, politik, permainan, serta ungkapan kemarahan secara umum tidak termasuk dalam cakupan pemberitahuan tersebut.

Kontrol teknis ini tidak menggantikan peran keluarga dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. OpenAI menekankan pentingnya percakapan terbuka mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab dan aturan teknologi di rumah.

Dengan kombinasi pembatasan akses, pengaturan belajar, dan notifikasi keamanan, orang tua mendapat lebih banyak alat untuk mengawasi penggunaan ChatGPT oleh remaja. Remaja pun tetap dapat memanfaatkan AI untuk belajar dengan perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan usia mereka.

Terkait