Samsung mempertegas ambisinya di industri robot dengan membentuk divisi khusus bernama Robotics eXperience atau RX. Langkah ini dibarengi target untuk mulai memproduksi robot humanoid pada tahun ini.
Pembentukan RX menjadi sinyal bahwa Samsung ingin mempercepat pengembangan physical AI, yakni kecerdasan buatan yang diwujudkan melalui perangkat fisik seperti robot. Pasar merespons kabar tersebut dengan kenaikan saham Samsung sebesar 6,76 persen.
Divisi Baru untuk Memusatkan Proyek Robot
RX akan menjadi wadah bagi proyek robotika Samsung dan berada dalam pengawasan TM Roh, CEO Samsung sekaligus Head of Device eXperience atau DX Division. Divisi ini dipimpin Dongkun Lee, yang bergabung sebagai Executive Vice President pada Mei 2026.
Lee membawa pengalaman dari sektor robotika Hyundai, termasuk memimpin strategi robotika perusahaan tersebut. Pengalamannya juga mencakup pengembangan robot di Boston Dynamics, perusahaan yang berada dalam grup Hyundai.
Samsung menempatkan basis RX di fasilitasnya di Seoul, Korea Selatan. Perusahaan juga berencana membangun pusat riset robotika di Amerika Serikat, China, dan Jepang dengan memanfaatkan keahlian tenaga kerja di masing-masing negara.
| Fokus | Rencana Samsung |
|---|---|
| Divisi robotika | Robotics eXperience (RX) dipimpin Dongkun Lee |
| Basis utama | Fasilitas Samsung di Seoul, Korea Selatan |
| Pusat riset | Amerika Serikat, China, dan Jepang |
| Produksi humanoid | Ditargetkan mulai pada tahun ini |
Investasi untuk Pabrik Humanoid
Menurut laporan Korea JoongAng Daily, Samsung menargetkan produksi robot humanoid dimulai pada tahun ini. Namun, perusahaan belum membeberkan bentuk robot yang tengah dikembangkan maupun jadwal pemasarannya secara komersial.
Sebelumnya, TM Roh mengumumkan rencana investasi sekitar 19 triliun won untuk membangun fasilitas produksi robot humanoid di Gumi, Korea Selatan. Dana itu ditujukan untuk mengembangkan lini manufaktur yang secara khusus berfokus pada robot berbentuk manusia.
Nilai investasi tersebut merupakan bagian dari investasi Samsung Electronics senilai sekitar 60 triliun won di wilayah Yeongnam. Kawasan Gumi termasuk dalam cakupan investasi besar tersebut.
Fasilitas produksi baru ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya melihat robot sebagai proyek riset atau produk demonstrasi. Perusahaan mulai menyiapkan fondasi manufaktur untuk mendukung produksi robot humanoid dalam skala lebih besar.
Persaingan Physical AI Makin Ketat
Langkah Samsung hadir ketika sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif semakin agresif memperkuat bisnis robot berbasis AI. Robot dipandang sebagai salah satu bentuk penerapan AI yang dapat bekerja langsung di dunia fisik, bukan sekadar melalui layar atau layanan digital.
Hyundai baru-baru ini membeli seluruh saham Boston Dynamics untuk memperkuat bisnis robotikanya. Akuisisi penuh tersebut menegaskan pentingnya teknologi robot bagi strategi pertumbuhan grup otomotif asal Korea Selatan itu.
Google juga menggabungkan perusahaan-perusahaan robotika yang sebelumnya berada di bawah Alphabet ke dalam organisasinya. Konsolidasi itu mencerminkan upaya untuk menyatukan pengembangan teknologi robot dengan strategi AI yang lebih luas.
Di sisi lain, OpenAI tengah mengembangkan sejumlah perangkat fisik berbasis ChatGPT. Produk pertamanya diperkirakan berupa speaker pintar, sebagaimana dihimpun tekno.kompas.com dari Engadget.
Bagi Samsung, pembentukan RX memberi struktur baru untuk menggabungkan pengembangan AI, perangkat keras, riset, dan manufaktur robot dalam satu arah. Detail produk humanoidnya memang belum diungkap, tetapi target produksi serta investasi di Gumi menunjukkan robotika kini menjadi salah satu agenda penting perusahaan.
