5 Startup Inovatif yang Kini Masuk Radar Grab, Siapa Saja dan Kenapa?

Grab Ventures Velocity (GVV), program akselerasi dari Grab, kembali menggelar acara GVV Batch 8 Showcase di Jakarta yang menampilkan lima startup unggulan. Program ini bertujuan mendukung pertumbuhan startup tahap scale-up dengan fokus solusi ekonomi digital dan keberlanjutan lingkungan. Para startup terpilih berkesempatan memamerkan inovasi dan pitching langsung kepada investor serta jajaran eksekutif Grab dan pakar industri.

Tema utama program kali ini adalah “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations,” menegaskan komitmen Grab dalam mempercepat adopsi praktik bisnis ramah lingkungan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain peluang bertemu investor, para startup juga mendapat akses pilot project dalam ekosistem Grab yang luas, memungkinkan mereka menjangkau jutaan pengguna dan mitra pengemudi.

Lima Startup Terpilih yang Dilirik Grab

Grab memilih lima startup yang fokus pada solusi keberlanjutan dan inovasi teknologi pendukung ekosistem hijau. Berikut daftar lengkap startup yang ikut dalam batch ini:

  1. Casion
    Startup ini fokus pada pengembangan infrastruktur dan layanan kendaraan listrik. Casion mendukung transisi moda transportasi ke energi terbarukan yang semakin dibutuhkan di Indonesia.

  2. Jejakin
    Menyediakan platform pemantauan jejak karbon untuk pelaku usaha. Jejakin membantu perusahaan mengukur dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnis mereka.

  3. Liberty Society
    Bergerak di bidang upcycling dengan sekaligus mengedepankan pemberdayaan perempuan. Liberty Society menawarkan solusi sirkular dari bahan-daur ulang yang bernilai sosial dan lingkungan.

  4. Rekosistem
    Menghadirkan inovasi pengelolaan dan daur ulang sampah dengan rantai pasok yang dapat ditelusuri secara transparan. Pendekatan ini membantu efektivitas pengelolaan limbah dan meningkatkan kesadaran konsumen.

  5. Sirsak
    Startup ini mengusung solusi Extended Producer Responsibility (EPR) khusus untuk pengelolaan sampah kemasan, serta menyediakan akses energi surya bagi UMKM. Sirsak menempatkan tanggung jawab pengelola sampah pada produsen secara langsung.

Peran Grab dalam Mendukung Startup Berkelanjutan

Program GVV menyediakan jalur langsung bagi startup untuk berintegrasi ke dalam ekosistem Grab, mulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan sampai operasional bisnis yang lebih hijau. Selain pendampingan intensif dari para eksekutif dan pakar industri, Grab juga memberikan akses eksklusif ke jaringan pasar yang sudah mapan, memudahkan startup meningkatkan skala bisnis dengan prinsip ekonomi sirkular dan energi terbarukan.

Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, menyatakan, “Kami mengharapkan startup terpilih dapat memperkuat fondasi bisnis mereka untuk tumbuh menjadi perusahaan yang kompetitif dan bertanggung jawab. GVV Batch 8 juga menjadi bukti komitmen kami mendukung target pengurangan emisi nasional dan praktik bisnis yang berkelanjutan.”

Kelima startup tersebut akan mengikuti rangkaian program selama empat bulan, dimulai sejak Agustus hingga November 2025. Selama periode ini, mereka akan mendapat bimbingan khusus untuk memperkuat product-market fit, unit economics, dan persiapan pendanaan yang menjadi kunci keberhasilan skala usaha.

Dampak Program Akselerasi pada Ekonomi Digital dan Lingkungan

Selain mendukung pertumbuhan startup, GVV membantu mempercepat transformasi UMKM di Indonesia agar mampu mengadopsi operasi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini penting mengingat sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan dalam implementasi teknologi hijau.

Dengan mengusung tema keberlanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif, Grab juga menegaskan peran serta korporasi teknologi dalam mendorong target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang energi bersih dan konsumsi bertanggung jawab. Keterlibatan startup-startup ini diprediksi dapat mempercepat digitalisasi yang sekaligus mengedepankan kesadaran lingkungan dalam ekosistem bisnis nasional.

Melalui GVV Batch 8, Grab menegaskan strategi jangka panjang mereka untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, tidak hanya mengakomodasi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan yang menjadi perhatian global saat ini. Program ini juga diharapkan membuka lebih banyak peluang investasi dan kolaborasi antar startup yang berorientasi pada teknologi hijau dan circular economy di Indonesia.

Exit mobile version