Buy Now Pay Later Meningkat, Atome Ungkap Strategi Kelola Keuangan Digital Cerdas

Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) semakin populer dan menjadi tren di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Sistem pembayaran ini memungkinkan konsumen membeli produk sekarang dan membayar kemudian secara cicilan tanpa harus menggunakan kartu kredit. Meski memberikan kemudahan transaksi, literasi finansial yang cukup tetap menjadi hal krusial agar penggunaan BNPL tidak menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari.

Atome Indonesia sebagai salah satu penyedia layanan BNPL aktif melakukan edukasi publik mengenai pengelolaan keuangan digital secara cerdas. Dalam acara Multifinance Day 2025 yang berlangsung di Manado Town Square pada 10–12 Oktober 2025, Atome mengkampanyekan tema “Pinjamlah Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan.” Acara ini sejalan dengan program Bulan Inklusi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan produk finansial secara bijak.

Peran Atome dalam Edukasi Keuangan Digital
Atome mengedepankan penggunaan BNPL yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dalam multifinance day, mereka berfokus pada edukasi tentang pengelolaan cicilan, pentingnya menghindari keterlambatan pembayaran, serta perencanaan keuangan yang baik supaya konsumen tidak mengalami beban finansial berlebihan. Direktur Atome Indonesia, Meri Ui, menyatakan bahwa edukasi ini penting sebagai upaya membentuk perilaku keuangan yang lebih bijak di tengah perkembangan ekonomi digital.

Untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat, Atome menghadirkan booth interaktif yang menyediakan berbagai aktivitas edukatif, seperti permainan keuangan, sesi tanya jawab, hingga konsultasi singkat mengenai pengelolaan keuangan digital. Booth ini menjadi salah satu yang paling diminati di acara, dikunjungi lebih dari 400 pengunjung selama tiga hari dan membuahkan penghargaan “Best Booth Design.” Keberhasilan ini menegaskan inovasi Atome dalam menggabungkan teknologi finansial dengan edukasi publik secara menarik dan informatif.

Tren BNPL dan Tantangan Literasi Keuangan
BNPL memang dianggap sebagai solusi praktis dan fleksibel, terutama bagi generasi muda yang semakin bergantung pada transaksi digital. Namun, kemudahan ini juga berpotensi menimbulkan risiko jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar. Pengguna BNPL wajib memahami mekanisme bunga, denda keterlambatan, dan batas kemampuan pembayaran agar tidak terjerat utang yang membengkak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menekankan pentingnya inklusi dan literasi keuangan sebagai landasan dalam memanfaatkan produk pembiayaan seperti BNPL. Melalui kegiatan sosialisasi dan regulasi, OJK mendukung ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan, khususnya di era digital yang terus berkembang pesat.

Strategi Kelola Keuangan Digital Secara Cerdas
Membayar menggunakan BNPL memang membantu mengelola arus kas tanpa harus langsung mengeluarkan uang tunai dalam jumlah besar, tetapi pengguna harus menjalankan berikut ini agar keuangan tetap terkendali:

  1. Tentukan prioritas pembelian dan sesuaikan dengan kemampuan finansial.
  2. Rencanakan cicilan dengan cermat, hindari ambil lebih dari satu tenor pinjaman sekaligus.
  3. Selalu bayar tepat waktu untuk menghindari denda dan catatan buruk kredit.
  4. Manfaatkan teknologi aplikasi keuangan untuk memantau pengeluaran dan pengingat pembayaran.
  5. Terus tingkatkan literasi dengan mengikuti program edukasi keuangan dari berbagai pihak terpercaya.

Melalui pendekatan edukasi yang komprehensif dan penggunaan teknologi interaktif, Atome membuktikan bahwa layanan BNPL bukan hanya soal kemudahan bertransaksi, melainkan juga sebagai sarana untuk membangun disiplin dan kesadaran finansial yang lebih baik. Dengan begitu, BNPL berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, asalkan pengguna dapat mengelola dan memahami risiko pembiayaan digital secara tepat.

Berita Terkait

Back to top button