Transformasi sistem kesehatan nasional Indonesia bergerak cepat dengan perpindahan dari metode manual ke digital mulai dari tempat tidur pasien. Kerja sama antara produsen tempat tidur perawatan asal Republik Ceko, Linet, dengan DV Medika menjadi kunci penggerak utama perubahan ini.
Kolaborasi ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan dan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, produksi perangkat berteknologi tinggi di Indonesia merupakan wujud nyata Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri.
Inovasi Tempat Tidur Perawatan Pintar
Linet dan DV Medika menghadirkan rangkaian tempat tidur perawatan premium yang tidak hanya kukuh secara mekanik tetapi juga canggih secara klinis. Tempat tidur ini memiliki fitur pemantauan dan pengingat reposisi yang membantu perawat mendeteksi dan mencegah risiko jatuh serta luka tekan pada pasien. Teknologi ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien selama masa perawatan.
Selain keselamatan, inovasi tersebut juga mengoptimalkan ergonomi dan memudahkan alur kerja tenaga medis. Dengan perangkat yang didesain ramah pengguna, perawat dan dokter dapat bekerja lebih efisien serta terhindar dari kelelahan berlebih dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Mendukung Smart Hospital dan Konektivitas Data
Tempat tidur berteknologi tinggi ini terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit, sehingga data pasien dapat dipantau secara real-time. Integrasi tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan smart hospital di Indonesia yang mengusung layanan kesehatan berbasis data dan teknologi.
Dengan konektivitas yang baik, proses perawatan menjadi lebih terkoordinasi dan responsif. Hal ini akan membantu rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan berkualitas tinggi kepada pasien.
Pemerataan Akses dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Kerja sama Linet dan DV Medika ditargetkan dapat meningkatkan TKDN menjadi 60 persen pada periode 2025–2030. Hal ini akan memperkuat industri alat kesehatan nasional dan mempercepat pemerataan akses bagi rumah sakit di seluruh Indonesia.
Peningkatan TKDN pun akan memacu alih teknologi dan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja dalam negeri. Dengan begitu, keahlian teknis di bidang produksi alat kesehatan canggih dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dampak Positif bagi Ekosistem Industri Kesehatan
Menurut Lucia, inisiatif ini penting untuk menciptakan ekosistem alat kesehatan yang mandiri dan berdaya saing global. Kemitraan strategis ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dengan cara yang cepat dan efisien.
Indonesia pun berpeluang memperkuat ketahanan industri alat kesehatan sekaligus membangun pijakan yang kuat untuk transformasi digital di sektor kesehatan. Fokus pada inovasi produk digital mulai dari tempat tidur pasien menjadi langkah awal yang sangat strategis untuk menjadikan pelayanan medis lebih modern dan berkualitas.
Melalui produk berteknologi tinggi ini, rumah sakit tidak hanya memperoleh alat bantu yang unggul, tetapi juga dukungan teknologi informasi yang terintegrasi. Hal ini membuka pintu bagi percepatan digitalisasi layanan kesehatan serta peningkatan keselamatan dan kenyamanan pasien selama perawatan.





