Transaksi Harbolnas Capai Rp36,4 Triliun, Lampaui Target Pejabat Kementerian Perdagangan

Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang berlangsung pada 10-16 Desember berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp36,4 triliun. Angka ini melewati target yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu antara Rp33 triliun hingga Rp34 triliun.

Penjualan daring dalam event tersebut tumbuh sebesar 17% dibandingkan Harbolnas 2024 yang mencatat transaksi Rp31,2 triliun. Kenaikan ini menunjukkan optimisme pasar dan pertumbuhan ekosistem perdagangan digital.

Kolaborasi Pemerintah dan E-Commerce Mendorong Pertumbuhan

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memberikan apresiasi tinggi kepada Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) atas keberhasilan pelaksanaan Harbolnas 2025. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku e-commerce terbukti efektif dalam memperkuat perdagangan digital nasional.

Menurut Budi, Harbolnas bukan hanya ajang belanja, tapi juga menjadi sarana strategis untuk menggenjot daya beli masyarakat di akhir tahun. Hal ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro.

Partisipasi Pelaku Usaha dan Kontribusi Produk Lokal

Dalam pelaksanaan tahun ini, lebih dari 1.300 pelaku usaha dari berbagai segmen berpartisipasi aktif. Mereka mencakup pedagang, ritel daring, hingga penyedia platform lokapasar atau marketplace.

Salah satu sorotan mendag adalah kontribusi produk lokal dalam total transaksi Harbolnas 2025. Produk dalam negeri memberikan porsi hingga 45,6% atau setara Rp16,6 triliun dari total nilai transaksi. Volume transaksi produk lokal meningkat Rp500 miliar atau 3% dibanding tahun sebelumnya.

Tiga kategori produk lokal yang paling diminati pembeli selama Harbolnas adalah:

  1. Fesyen dan pakaian olahraga
  2. Produk perawatan diri (personal care)
  3. Makanan dan minuman

Kecenderungan ini menunjukkan adanya penguatan preferensi konsumen terhadap produk domestik di platform digital.

Dukungan untuk UMKM dan Pengembangan Kapasitas Digital

Menteri Budi menegaskan pemerintah akan terus memfasilitasi UMKM agar dapat maksimal memanfaatkan momentum belanja daring ini. Upaya akan diarahkan pada peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, dan penguatan kapabilitas digital demi daya saing yang berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar kontribusi UMKM dalam ekosistem perdagangan digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Program Harbolnas dan Target Transaksi Nasional 2025

Harbolnas 2025 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun berjalan. Selain Harbolnas, terdapat inisiatif lain seperti Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale.

Ketiga program ini menargetkan nilai transaksi gabungan hingga mencapai Rp110 triliun sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan ambisi besar dalam mendukung perkembangan ekonomi digital dan transformasi pasar domestik.

Dengan pencapaian transaksi yang melampaui target, Harbolnas 2025 membuktikan efektivitas sebagai stimulus penguatan daya beli masyarakat dan daya saing produk lokal dalam ekosistem digital. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus memperkuat sinergi agar momentum ini berkelanjutan di masa depan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version