Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan peningkatan anggaran militer untuk tahun 2027 sebesar US$1,5 triliun atau sekitar Rp25.123,5 triliun dengan kurs Rp16.750 per dolar AS. Anggaran ini naik signifikan dari rencana sebelumnya yang hanya sebesar US$1 triliun, untuk memperkuat pertahanan negara di tengah situasi global yang semakin kompleks.
Trump menyatakan bahwa alokasi tambahan sebesar US$500 miliar akan digunakan untuk mewujudkan "Militer Impian" yang selama ini menjadi tujuan strategis AS. Dia menekankan bahwa penguatan militer ini penting agar negara tetap aman dan mampu menghadapi berbagai ancaman tanpa terkalahkan.
Dampak Kenaikan Anggaran Militer terhadap Pasar Saham Pertahanan
Pengumuman Trump ini langsung direspons positif oleh pasar saham global, terutama sektor pertahanan. Pada sesi perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, saham perusahaan pertahanan besar AS mengalami lonjakan harga yang signifikan. Northrop Grumman, misalnya, melonjak 6,8 persen, diikuti Lockheed Martin dengan kenaikan 6,7 persen dan RTX sebesar 5,4 persen.
Saham Kratos Defense juga mencatat lompatan harga mencapai 6,6 persen setelah penutupan perdagangan. Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap peningkatan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan investasi teknologi militer akibat tambahan anggaran yang besar.
Tidak hanya di AS, saham sektor pertahanan di Eropa pun menunjukkan tren positif. Indeks Stoxx Europe Aerospace & Defense naik sekitar 1,4 persen sejak awal perdagangan. Saham perusahaan seperti Renk dan Leonardo juga melonjak lebih dari 4 persen sebelum kemudian terjadi koreksi moderat.
Sementara itu, pasar Asia turut merespon positif kabar tersebut. Contohnya saham Mitsubishi Heavy naik sekitar 2,4 persen dan Bharat Electronics mengalami kenaikan tipis sebesar 0,3 persen sebagai sinyal optimisme terhadap permintaan produk pertahanan yang lebih tinggi.
Alokasi Anggaran dan Implikasinya terhadap Keamanan Nasional
Trump menjelaskan bahwa tambahan dana tersebut merupakan hasil negosiasi panjang dengan para senator, anggota Kongres, dan pejabat militer. Tujuannya agar anggaran militer tidak hanya cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk pengembangan teknologi canggih dan modernisasi persenjataan.
Penguatan anggaran ini dipandang sebagai usaha AS menjaga posisi dominan di panggung dunia dan memberi sinyal tegas kepada negara-negara yang dinilai mengancam kepentingan nasionalnya. Peningkatan kemampuan militer dianggap sebagai faktor utama untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional dalam jangka panjang.
Profil Militer Impian ala Trump
Menurut Trump, "Militer Impian" adalah konsep militer dengan kekuatan superior yang mampu mengatasi segala ancaman dari negara manapun. Ini meliputi peningkatan kapasitas angkatan darat, laut, dan udara, serta pengembangan sistem pertahanan siber dan teknologi mutakhir lainnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan peningkatan kesiapan tempur dan pengadaan alat tempur terbaru, seperti tank tempur utama (MBT) M1 Abrams yang sudah lama menjadi simbol kekuatan militer AS. Modernisasi tersebut tentu juga mendorong industri pertahanan AS untuk terus berinovasi dan mempertahankan keunggulan kompetitif di tingkat global.
Respons Global terhadap Kebijakan Anggaran Militer AS
Peningkatan anggaran militer AS ini memicu dinamika geopolitik dan pasar global. Negara-negara sekutu dan pesaing memantau dengan cermat langkah strategis ini, yang berpotensi mempengaruhi kebijakan pertahanan mereka masing-masing. Pasar modal di sektor pertahanan di berbagai benua menunjukkan gelombang optimisme atas prospek pendanaan dan proyek-proyek baru yang akan muncul.
Secara ekonomi, ini juga menjadi indikator peningkatan permintaan barang dan jasa pertahanan secara global, dari manufaktur senjata hingga layanan teknologi. Hal ini berpeluang membuka peluang kerja dan inovasi teknologi yang bernilai tinggi di industri pertahanan dunia.
Peningkatan anggaran militer ini menandai bahwa pertahanan masih menjadi fokus utama kebijakan luar negeri dan keamanan dalam beberapa tahun ke depan. AS berkomitmen menjaga keunggulan militernya dengan investasi besar-besaran yang berdampak langsung pada sektor industri pertahanan global.
