Bank Indonesia Tingkatkan Kompetensi Keamanan Uang demi Perlindungan Optimal

Bank Indonesia (BI) memperkenalkan program Currency Academy sebagai bentuk penguatan keahlian dalam keamanan uang rupiah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknologi keamanan uang serta tren global penggunaan uang tunai dan inovasi teknologi terkini.

Currency Academy diselenggarakan melalui kerja sama dengan mitra-mitra teknologi keamanan uang di Eropa seperti SICPA, Landqart, dan Koenig & Bauer. Kolaborasi ini bertujuan menjaga integritas dan ketahanan rupiah di tengah perkembangan lanskap keuangan yang dinamis.

Melalui pelatihan ini, peserta dari Departemen Pengelolaan Uang BI mendapatkan pengetahuan mendalam tentang seluruh siklus uang kertas. Mulai dari produksi substrat kertas di Landqart, teknologi tinta keamanan di SICPA, hingga proses pencetakan mutakhir bersama Koenig & Bauer.

Selain aspek teknis, program ini juga mencakup diskusi tentang masa depan uang tunai dalam perekonomian modern yang semakin terdigitalisasi. Topik bahasan meliputi sistem uang tunai yang aman, percepatan transformasi teknologi, serta pengembangan fitur keamanan canggih seperti security threads.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, menegaskan bahwa Currency Academy merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan menjaga integritas rupiah. Inisiatif ini juga menjadi wujud komitmen BI terhadap inovasi dan kolaborasi demi menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat pada mata uang nasional.

SICPA, mitra utama BI dalam program ini, berkomitmen mendukung pengembangan keamanan uang dengan menyediakan keahlian di seluruh siklus uang tunai. David Burke, Regional Managing Director Asia Pasifik SICPA, menambahkan bahwa tujuan mereka adalah membantu bank sentral mengadopsi solusi mutakhir yang meningkatkan efisiensi operasional dan kedaulatan nasional.

Program Currency Academy tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi antara BI dan perusahaan teknologi Swiss ini membuka peluang alih teknologi dan percepatan inovasi untuk menjaga keamanan rupiah yang berkelanjutan.

Fokus lain dari program ini adalah mendukung efisiensi biaya serta dampak sosial ekonomi positif melalui sinergi antara sektor publik dan swasta. Strategi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah sekaligus melestarikan warisan budaya dalam sistem keuangan Indonesia.

Dengan penguatan teknologi dan sumber daya manusia melalui Currency Academy, Bank Indonesia menunjukkan langkah konkret dalam mempertahankan dominasi rupiah sebagai mata uang yang aman dan tepercaya. Program ini sekaligus menjawab tantangan era digital yang menuntut kecepatan inovasi dan perlindungan maksimal terhadap uang tunai di Indonesia.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Terkait