Ketegangan Impor Mobil Listrik China: Amerika Serikat Kirim Peringatan Keras ke Kanada

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras terhadap Kanada terkait kebijakan membuka impor mobil listrik (EV) dari China. Washington menegaskan kendaraan listrik asal China tidak akan diizinkan masuk ke pasar AS.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyatakan bahwa Kanada di masa depan kemungkinan akan menyesali keputusan mengizinkan masuknya mobil listrik China ke pasar mereka. Duffy mengungkapkan kekhawatirannya dalam wawancara yang dilaporkan oleh Aljazeera.

Pada tahun 2024, Kanada menerapkan tarif 100% untuk mobil listrik asal China, mengikuti langkah serupa yang dilakukan Amerika Serikat. Namun pada Januari 2026, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan kesepakatan dagang dengan China yang membuka akses impor hingga 49.000 unit mobil listrik dengan tarif 6,1%.

Kesepakatan ini mengundang kekhawatiran dari Washington karena dianggap dapat memperkuat posisi China di pasar otomotif Amerika Utara. Hal ini berpotensi menimbulkan tekanan pada produsen kendaraan dan komponen asal Amerika Serikat dan Kanada yang selama ini mendominasi pasar.

Meski AS menyatakan bahwa kuota impor tersebut tidak akan mengganggu pasokan kendaraan Amerika ke Kanada, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut kebijakan Kanada sebagai langkah yang bermasalah. Greer menegaskan mobil listrik China yang masuk ke Kanada tidak akan masuk ke pasar Amerika Serikat.

Hingga saat ini, Kedutaan Besar Kanada di Washington belum memberikan pernyataan resmi mengenai respons mereka terhadap kritik dari Amerika. Namun, kebijakan ini menjadi perhatian penting di tengah ketegangan dagang antara AS dan China.

Amerika Serikat terus memperketat aturan masuk kendaraan asal China sebagai langkah mempertahankan industri otomotif nasional. Sementara Kanada melihat potensi besar pasar mobil listrik China yang dapat menekan penurunan penjualan EV domestik.

Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Kanada mengalami penurunan tajam pada tahun 2025. Mobil listrik China dianggap sebagai harapan untuk mengembalikan tren positif pasar otomotif Kanada yang tengah melemah.

Berikut ini gambaran kebijakan tarif impor mobil listrik terkait:

1. Tahun 2024: Kanada dan AS menetapkan tarif 100% untuk mobil listrik China.
2. Januari 2026: Kanada membuka kuota impor 49.000 unit dengan tarif 6,1%.
3. AS melarang mobil listrik China masuk pasar Amerika meski Kanada membuka akses.

Ketegangan antara AS dan Kanada dalam hal ini mencerminkan persaingan global yang semakin sengit pada pasar kendaraan listrik. Kebijakan proteksionisme AS bertujuan melindungi pasar domestik dari persaingan yang dianggap tidak adil.

Penting untuk memantau perkembangan hubungan dagang AS-Kanada-China, terutama terkait industri otomotif dan teknologi kendaraan listrik. Pengaruh kebijakan ini akan berdampak pada dinamika impor, investasi, dan strategi produksi di kawasan Amerika Utara.

Dengan semakin berkembangnya teknologi mobil listrik, negara-negara di kawasan ini harus menyeimbangkan kepentingan perdagangan dan kedaulatan industri nasional. Keputusan-keputusan berikutnya dari Kanada dan AS menjadi kunci bagi arah pasar otomotif di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version