Rekor MURI Pecah di Parade Mie Nusantara Malang Bersama Institut Asia dan Mie Bola Mas

Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang bersama produsen mie kering Mie Bola Mas berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor ini dicetak pada Parade Mie Nusantara yang digelar pada 24 Januari 2025 dengan kategori kreasi mie terbanyak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Business Practice dan Technology in Practice yang wajib diikuti mahasiswa semester tiga di Institut Asia. Mereka ditantang untuk mengadakan event nasional dengan target nyata berupa pemecahan rekor. Rektor Institut Asia, Risa Santoso, menegaskan bahwa tema Parade Mie Nusantara ini dimaksudkan agar mahasiswa bisa merasakan pencapaian besar secara langsung.

Pada parade tersebut, tercatat sebanyak 130 variasi mie nusantara dipamerkan, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 100 kreasi. Seluruh menu mie yang disajikan menggunakan produk resmi mie Bola Mas sebagai bahan utama. Produk ini menjadi official partner dan pendukung utama acara. “Setiap kreasi mie yang ditampilkan memakai mie Bola Mas,” jelas Risa.

Tidak hanya sebagai pameran, acara ini menjadi ajang pembelajaran bisnis yang nyata bagi mahasiswa. Mereka membuka sistem pre-order beberapa hari sebelum hari H dan banyak stand bahkan sudah menjual hingga 100 porsi sebelum acara resmi dimulai. Selain itu, ada pula lomba memasak mie yang melibatkan mahasiswa tata boga bersama Indonesia Chef Association (ICA). Ini sekaligus menjadi kesempatan mahasiswa untuk menjual hasil karya mereka secara langsung.

Partisipasi mahasiswa dari berbagai program studi berlangsung secara kolaboratif. Mahasiswa teknik mengembangkan website dan membuat desain promosi, sementara mahasiswa bisnis dan akuntansi mengelola penjualan serta pembukuan keuangan. Risa menegaskan tujuan kegiatan ini untuk mengajarkan proses bisnis secara utuh, dari produksi hingga promosi dan penjualan.

Parade Mie Nusantara menampilkan kreasi mie dari 50 daerah yang mewakili 33 provinsi di seluruh Indonesia. Varian ini mencakup wilayah Aceh, Kalimantan, kawasan Ibu Kota Nusantara, hingga Pulau Jawa. Kegiatan ini diharapkan menjadi portofolio berharga untuk mahasiswa, sekaligus memberikan pengalaman penting sejak dini. “Goal-nya adalah berkreasi, berkolaborasi, dan menciptakan memorable moment,” tambah Risa.

Pemilik PT Parimas Bogaraya, Cipto Suwarno Kurniawan, menjelaskan kolaborasi dengan Institut Asia bermula dari undangan menggelar event memasak nasional yang menargetkan rekor MURI. Sebagai produsen mie kering Mie Bola Mas, perusahaan memastikan produk mereka digunakan secara eksklusif untuk seluruh kreasi di Parade Mie Nusantara.

Menurut Cipto Suwarno, antusiasme peserta sangat tinggi dan serius. Hasil kreasi tidak hanya dipamerkan, tetapi juga langsung dijual ke pengunjung. Hal ini membuat rasa mie menjadi faktor utama dalam kompetisi. “Kalau tidak enak, tentu tidak laku apalagi saingannya ada 130 tim,” ungkapnya.

Berbagai varian mie dari Mie Bola Mas digunakan dalam acara ini, mulai dari mie bentuk bulat, pipih, lurus, hingga keriting. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda seperti ketebalan dan tingkat kematangan, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kreasi peserta. “Kami menyediakan berbagai jenis mie dengan karakter berbeda,” ujar Cipto Suwarno.

PT Parimas Bogaraya dikenal aktif dalam mendukung kegiatan edukatif dan kreatif di bidang kuliner. Selain Mie Bola Mas, perusahaan ini juga memproduksi Mie Instan Sehat Ayumi. Kegiatan Parade Mie Nusantara menjadi contoh nyata sinergi antara kampus dan industri untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa sekaligus mempromosikan kuliner nusantara secara inovatif.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version