Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, tegas membantah klaim dari pihak Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa dirinya meminta maaf kepada Presiden Donald Trump terkait pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Carney menegaskan bahwa ia tetap berdiri pada ucapannya yang mengkritik kebijakan Trump yang dianggapnya merusak tatanan dunia pascaperang.
Klaim permintaan maaf muncul setelah Gedung Putih menginformasikan bahwa Carney telah menarik sejumlah pernyataan saat berbicara lewat telepon dengan Trump. Namun, saat ditemui wartawan di Ottawa, Carney menjelaskan sebaliknya dan memastikan bahwa isi pembicaraan dengan Trump berlangsung positif dan konstruktif.
Konteks Pidato Carney di Davos
Dalam pidatonya di Davos, Carney secara tersirat menyoroti kebijakan Presiden Trump yang menurutnya berkontribusi pada keretakan dalam tatanan global pascaperang. Pernyataan ini memicu respons keras dari Trump yang kemudian menegaskan, "Kanada hidup karena Amerika Serikat," sebagai bentuk pembelaan dan tekanan diplomatik.
Selanjutnya, pembicaraan antara Carney dan Trump membahas sejumlah isu strategis penting. Termasuk konflik yang terjadi di Ukraina dan Venezuela, keamanan di kawasan Arktik, serta rencana peninjauan perjanjian perdagangan bebas USMCA yang dijadwalkan berjalan pada tahun ini.
Ketegangan Hubungan Kanada-Amerika Serikat
Hubungan diplomatik kedua negara ini memang sedang diuji ketegangannya setelah Kanada menandatangani kerja sama perdagangan dengan Tiongkok. Langkah ini menyebabkan tarif minyak kanola Kanada dipangkas dari 85% menjadi 15%, dan Kanada juga menerapkan pajak rendah atas beberapa kendaraan listrik asal Tiongkok.
Kontroversi ini membuat Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap produk Kanada jika negara tersebut membiarkan barang-barang Tiongkok masuk ke Amerika Serikat untuk menghindari bea masuk. Ancaman ini menambah ketegangan yang sudah ada dalam hubungan perdagangan utara-selatan antara kedua negara.
Kritik dari Pihak Amerika Serikat
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengomentari kebijakan Kanada tersebut secara langsung dan tajam. Ia menyatakan bahwa Kanada sangat bergantung pada Amerika Serikat, mengingat volume perdagangan yang jauh lebih besar antara kedua negara dibandingkan dengan perdagangan antara Amerika dan Tiongkok.
Bessent menilai bahwa Carney sebagai Perdana Menteri sejatinya berkewajiban untuk mengutamakan kepentingan rakyat Kanada, bukan menjalankan agenda globalis yang dapat memperumit hubungan bilateral.
Dinamika Perdagangan dan Diplomasi ke Depan
Isu ini menjadi cerminan kompleksitas hubungan Kanada-AS yang tidak sekadar soal ekonomi, tetapi juga melibatkan geopolitik dan kebijakan perdagangan multilateral. Rencana peninjauan USMCA dan pembicaraan seputar keamanan regional akan menjadi titik penting yang perlu diperhatikan.
Kedua negara perlu menjalin komunikasi yang terbuka dan transparan agar ketegangan tidak bereskalasi menjadi sengketa yang lebih serius. Sementara itu, posisi tegas dari Perdana Menteri Carney menunjukkan bahwa Kanada ingin mempertahankan sikap kedaulatan dan kepentingan nasional dalam menghadapi tekanan diplomatik dari Amerika Serikat.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id