Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, dengan kekuatan yang cukup besar. Getaran gempa itu juga dirasakan hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, memicu kekhawatiran warga setempat.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi tepat pada pukul 01.06.33 WIB. Awalnya, gempa ini tercatat dengan magnitudo M 6,4 dan kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,2. Meski ada revisi angka, kekuatan gempa tetap masuk kategori cukup kuat.
Koordinat dan Kedalaman Gempa
Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,94° Lintang Selatan dan 111,43° Bujur Timur. Lokasinya berkisar 90 kilometer di tenggara Kota Pacitan. Kedalaman episentrum gempa sangat dangkal, yaitu sekitar 58 kilometer di bawah permukaan bumi.
Gempa Masuk Zona Megathrust Jawa
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan gempa ini termasuk jenis gempa megathrust dengan mekanisme sumber pergerakan naik (thrusting). Hal ini menunjukkan gempa terjadi di zona subduksi megathrust selatan Pulau Jawa, wilayah yang memang berhadapan langsung dengan lempeng samudera yang menekan lempeng benua.
Menurut Daryono, karakteristik gempa seperti ini umumnya berpotensi menghasilkan guncangan kuat karena kedalaman yang dangkal. Pacitan memang berada di area yang rawan akibat pergerakan lempeng tektonik aktif tersebut.
Wilayah Terdampak Gempa
Getaran gempa dirasakan di banyak daerah dengan intensitas bervariasi. Di Pacitan, Wonogiri, Bantul, dan Kota Yogyakarta, getaran mencapai skala IV MMI, yang membuat banyak orang di dalam rumah merasakan guncangan dan benda-benda bergoyang. Di Sleman, intensitasnya lebih ringan pada skala III MMI, terasa seperti ada truk melintas.
Status Tsunami dan Gempa Susulan
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan mereka. Hingga pukul 01.40 WIB, tercatat empat kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 4,0. Meski tergolong kecil, gempa susulan ini tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Kesiapsiagaan antara BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjalan cepat untuk memastikan mitigasi dampak dan penyebaran informasi yang akurat kepada publik. Hal ini penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan.
Relevansi Gempa dengan Zona Megathrust
Gempa Pacitan 6,2 magnitudo mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas tektonik di sepanjang megathrust selatan Jawa. Zona megathrust ini terkenal sebagai sumber potensi gempa besar yang bisa berdampak luas. Upaya mitigasi risiko dan edukasi bencana terus menjadi fokus pemerintah dan lembaga terkait.
Pengalaman gempa ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan zona subduksi aktif. Menguatkan standar bangunan tahan gempa dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi prioritas utama agar risiko kerusakan dan korban dapat diminimalkan.
Informasi fakta gempa M 6,4 yang mengguncang Pacitan kali ini menjadi acuan penting bagi peneliti dan pecinta geologi dalam memahami dinamika tektonik di Jawa Selatan secara lebih rinci dan kontekstual. Masyarakat pun perlu tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk mendapatkan update terkini terkait aktivitas gempa susulan dan potensi dampaknya.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




