PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) akan segera memperkenalkan layanan bancassurance dan produk sukuk yang dijadwalkan meluncur pada bulan ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BTPS untuk memperluas layanan wealth management serta memperkuat hubungan dan loyalitas nasabahnya.
Menurut Arief Ismail, Compliance & Risk Director BTPN Syariah, peluncuran bancassurance dan sukuk akan menambah varian produk syariah perseroan. Sebelumnya, pada awal 2026, bank telah meluncurkan produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) yang menggabungkan prinsip deposito dengan unsur wakaf, di mana bagi hasilnya disalurkan untuk pembiayaan sosial.
Produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD)
- Nasabah dapat berkontribusi untuk pembiayaan sosial seperti beasiswa pendidikan dan pemberdayaan komunitas usaha.
- Dana pokok tetap aman hingga jatuh tempo, sesuai prinsip deposito syariah.
- Bagi hasil dari investasi ini dialokasikan untuk kegiatan wakaf yang bermanfaat.
Hingga akhir 2025, BTPS mencatat pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 13,15% menjadi Rp1,20 triliun, meningkat dari Rp1,06 triliun pada 2024. Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil fokus bank dalam membangun perilaku unggul yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dari sisi intermediasi, BTPS menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,35 triliun pada tahun lalu. Kinerja keuangan BTPS tetap kuat dengan Return on Assets (RoA) mencapai 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%. Rasio CAR yang tinggi menunjukkan besarnya modal yang tersedia untuk menutupi risiko, sehingga bank tetap kokoh secara finansial.
Penyaluran dana simpanan wadiah juga menunjukkan pertumbuhan positif mencapai 7,27%, menjadi Rp2,27 triliun sepanjang 2025. Penopang utama pertumbuhan ini adalah peningkatan dana simpanan giro yang melonjak drastis sebesar 526,65% menjadi Rp42,56 miliar dari Rp6,79 miliar sebelumnya. Simpanan tabungan juga mengalami kenaikan 5,61% mencapai Rp2,23 triliun pada 2025.
Dengan peluncuran layanan bancassurance dan sukuk, BTPS menyasar keberlanjutan pengembangan produk keuangan syariah yang lengkap. Investasi dalam produk-produk berbasis syariah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pengelolaan keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberi dampak sosial dan keberkahan.
Strategi BTPS dalam mengintegrasikan produk seperti bancassurance, sukuk, dan CWLD akan memperkuat posisi mereka di pasar wealth management syariah. Ini sekaligus mendukung tujuan bank untuk meningkatkan engagement yang lebih personal dan berkelanjutan dengan nasabah.
Kemampuan BTPS menjaga pertumbuhan laba dan kinerja keuangan yang sehat, dikombinasikan dengan inovasi produk syariah, menegaskan peran bank sebagai pionir di sektor perbankan syariah di Indonesia. Penambahan lini produk baru juga menggambarkan kesiapan bank menyambut peluang pasar yang terus berkembang.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com




