Gemantara Indonesia Perkuat Strategi dan Target dalam Perjalanan Menuju Masa Depan Gemilang

Author: Qoo Media

Gemantara Indonesia mengambil langkah tegas menyambut tahun 2026 dengan menetapkan arah baru organisasi melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diadakan di Menara 165 Convention Center, Jakarta Selatan. Rakernas ini menjadi momen peluncuran enam Program Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada kekuatan digital dan penguatan komunitas di seluruh Nusantara.

Presiden Gemantara Indonesia, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menyatakan bahwa posisi organisasi kini sudah menjadi mitra strategis negara. Ia menegaskan bahwa Gemantara bukan hanya sebagai substitusi, tetapi menjadi komplementasi solusi strategis nasional. Lewat program-program ini, organisasi tidak sekadar membangun bisnis, melainkan menciptakan ekosistem yang memberi dampak nyata bagi bangsa.

Sekretaris Jenderal, Firdaus Usman, menambahkan bahwa konsolidasi organisasi di semua wilayah bertujuan merealisasikan ide menjadi langkah konkret. Dengan integrasi platform digital G-CONNECT, pengurus pusat hingga daerah diharapkan bergerak selaras dalam frekuensi “Terhubung, Bertumbuh, dan Berdampak.” Ini menjadi landasan untuk memperkuat sinergi seluruh anggota.

Pengembangan di tingkat akar rumput juga menjadi fokus utama. Direktur Eksekutif Pembinaan dan Pengembangan Wilayah, Gunawan Saputro, menjelaskan pentingnya standarisasi gerakan di setiap daerah. Setiap wilayah diamanahkan membentuk kelompok belajar dan ekosistem usaha yang tersentralisasi agar program pusat terealisasi dengan baik di seluruh pelosok negeri.

Aspek finansial mendapatkan perhatian khusus melalui program G-GROW. Bendahara Umum, Tri Mulyana, mengungkapkan bahwa program ini menyiapkan anggota dengan laporan keuangan yang akuntabel dan rencana bisnis terstruktur. Tujuannya agar anggota dapat mengakses pendanaan dan menjalin kemitraan strategis yang berkelanjutan.

Rangkaian acara Rakernas ditutup dengan sesi Gala Dinner sebagai forum diskusi di antara pengurus dan tokoh Dewan. Ketua Dewan Penasehat, Akhmad Yani S. SIT, membahas filosofi struktur organisasi yang mengedepankan pembagian tugas berdasarkan fungsi Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Penasehat, dan Dewan Pengurus. Ia mengharapkan Gemantara menjadi organisasi terakhir bagi anggotanya dengan loyalitas yang kuat dan legalitas yang jelas.

Ketua Dewan Pakar, Diah Yusuf, menekankan pentingnya menyelaraskan gerak organisasi dengan dinamika nasional dan visi Asta Cita. Fokus utama gerakan Gemantara haruslah “Berdampak.” Ia menegaskan kesiapan menyusun roadmap jangka menengah dan panjang agar organisasi tetap relevan dan bermanfaat untuk Nusantara.

Dari segi fondasi keberlanjutan, Anggota Dewan Pembina, Ricko Sugyanto, mengingatkan bahwa kekuatan organisasi harus dibangun atas integritas dan disiplin tinggi. Ia menegaskan bahwa kepercayaan, moralitas, dan disiplin adalah pondasi utama. Tanpa kepercayaan, komitmen tidak dapat terbentuk, dan kerusakan organisasi justru sering muncul dari internal.

Dengan enam Program Strategis Nasional dan konsolidasi di seluruh tingkat wilayah, Gemantara Indonesia memperkuat visi sebagai mitra strategis negara. Integrasi digital dan penguatan komunitas menjadi kunci utama agar organisasi dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan bangsa hingga 2026.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Terbaru