Menaker Ungkap Kompleksitas Tantangan Dunia Kerja yang Makin Dinamis dan Adaptif

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja di masa depan akan semakin kompleks. Faktor seperti disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, pergeseran demografi tenaga kerja, serta kemajuan kecerdasan buatan dan robotik menjadi penyebab utama dinamika ini.

Menurut Yassierli, strategi lama tidak cukup untuk menghadapi perubahan tersebut. Prinsip no one left behind menjadi fokus utama agar tidak ada pekerja yang tertinggal atau kehilangan pekerjaan akibat perubahan yang terjadi.

Sepanjang tahun 2025, Kemenaker telah melatih sekitar 700 ahli produktivitas. Selain itu, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) digelar di lebih dari 63 lokasi dengan melibatkan partisipasi dari serikat pekerja.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, 42 balai latihan kerja di seluruh Indonesia terus dioptimalkan. Program ini bertujuan untuk mendorong upskilling dan reskilling, sekaligus mempersiapkan pekerja menghadapi peluang pada sektor green jobs yang terus berkembang.

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengingatkan pentingnya perubahan paradigma gerakan buruh. Menurutnya, aksi tetap relevan namun penguatan kapasitas pemikiran, advokasi, serta peningkatan keterampilan dan pendidikan menjadi kunci dalam menghadapi perubahan zaman.

KSPSI mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) sebagai tempat pemberdayaan buruh. Program di Pusdiklat meliputi pendidikan, pelatihan, digital marketing, dan teknologi digital agar anggotanya dapat bersaing di era digital yang bergerak sangat cepat.

Dukungan penuh dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Polri juga menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan tenaga kerja. Kehadiran desk ketenagakerjaan di Kepolisian dianggap sebagai terobosan bersejarah untuk memperkuat perlindungan hak-hak pekerja.

Tantangan yang semakin kompleks menuntut kolaborasi sinergis antara pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini diperlukan untuk memastikan tenaga kerja Indonesia bisa beradaptasi dengan perubahan global yang cepat dan dinamis.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Terkait