Aplikasi Gratis Ini Ternyata Dipakai 42 Juta Kali, Windows 11 Bisa Balik Terasa Seperti Dulu

Microsoft memang terus mendorong pembaruan Windows 11, tetapi tidak semua pengguna merasa perubahan itu bergerak ke arah yang diinginkan. Di tengah kebutuhan itu, ada satu aplikasi gratis yang ternyata sudah melewati 42 juta unduhan, meski namanya belum terlalu akrab di arus utama.

Aplikasi tersebut adalah ExplorerPatcher, perangkat lunak open-source yang dibuat untuk mengembalikan elemen shell Windows lama yang disembunyikan di Windows 11. Menurut informasi di GitHub, aplikasi ini juga meraih 32.200 bintang, angka yang menunjukkan minat besar dari komunitas pengguna yang ingin lebih leluasa mengatur tampilan dan perilaku sistem.

Mengapa ExplorerPatcher menarik perhatian

ExplorerPatcher tidak bekerja dengan cara meniru Windows versi lama secara setengah-setengah. Aplikasi ini justru menghidupkan kembali komponen lama yang masih bisa dipakai, lalu menyajikannya lewat menu pengaturan yang sederhana.

Pendekatan itu membuatnya berbeda dari sejumlah kompetitor seperti Windhawk, WinAero, Start11, dan StartAllBack. Meski begitu, popularitas ExplorerPatcher tetap besar karena banyak pengguna Windows 11 merasa lebih nyaman dengan kontrol dan tampilan yang sudah mereka kenal sebelumnya.

Penggunaan yang sederhana, hasil yang langsung terasa

Proses awalnya terbilang ringan dan cepat. File yang diunduh kecil, instalasinya selesai dalam hitungan detik, lalu pengaturan bisa langsung dibuka tanpa langkah yang rumit.

Tampilan aplikasinya juga tidak berlebihan karena hanya berupa menu ringkas dengan bagian yang jelas, seperti Taskbar, File Explorer, Start menu, dan System Tray. Bagi pengguna yang ingin melakukan sedikit penyesuaian, struktur ini membuat ExplorerPatcher mudah dipahami sejak awal.

Tweak yang paling sering dicari pengguna

Salah satu perubahan yang paling umum dilakukan adalah mengembalikan taskbar Windows 11 ke gaya Windows 10. Pengaturan ini mencakup ikon tray yang terpisah, kalender, serta tombol Quick Action yang lebih familier bagi pengguna lama.

ExplorerPatcher juga bisa menampilkan label penuh untuk aplikasi yang sedang terbuka, bukan perilaku gabungan yang lebih sering terlihat di Windows 11. Bagi sebagian pengguna, detail kecil seperti ini cukup membantu ketika bekerja dengan banyak jendela sekaligus.

Di area lain, aplikasi ini dapat memulihkan menu konteks Windows 10 di File Explorer. Ada juga opsi untuk mengembalikan ribbon pengaturan di bagian atas File Explorer, fitur yang dirindukan oleh pengguna yang merasa kontrol file di Windows 11 terlalu dibatasi.

Start menu menjadi sasaran perubahan lain yang sering dipilih. ExplorerPatcher mampu mengembalikannya ke tampilan Windows 10, termasuk bagi pengguna yang tidak cocok dengan perubahan terbaru dari Microsoft.

Fitur yang lebih dalam untuk pengguna tingkat lanjut

ExplorerPatcher tidak hanya menawarkan satu atau dua penyesuaian dasar. Aplikasi ini juga menyediakan dukungan taskbar multi-display yang lebih baik dan menu Win+X yang bisa dikustomisasi.

Sumber referensi juga menyebut ada banyak pengaturan lain yang belum dijajal secara penuh, tetapi justru di situ letak daya tariknya. ExplorerPatcher dapat dipakai hanya untuk satu perubahan kecil, atau untuk banyak penyesuaian sekaligus sesuai kebutuhan.

Bagi pengguna yang tidak ingin mengutak-atik satu per satu, tersedia beberapa konfigurasi preset. Salah satunya adalah preset “Classic Windows 10” yang langsung mengubah sistem agar terasa lebih familier, dan konfigurasi yang dibuat sendiri juga bisa disimpan lalu dibagikan.

Mengapa aplikasi ini belum sepopuler yang diduga

Meski angka unduhannya sangat besar, ExplorerPatcher belum sepopuler namanya dibanding beberapa aplikasi sejenis. Salah satu alasannya adalah sistem keamanan Windows kerap menandainya sebagai ancaman karena cara kerjanya yang melakukan injeksi kode ke Windows shell.

Peringatan semacam itu bisa membuat calon pengguna mundur sebelum mencoba. Dalam referensi disebutkan bahwa ExplorerPatcher bukan malware, dan karena bersifat open-source, siapa pun dapat memeriksa kode GitHub untuk menilai sendiri keamanannya.

Ada pula risiko lain yang membuat sebagian pengguna ragu. ExplorerPatcher kadang bisa terganggu sementara setelah pembaruan besar Windows, dan Microsoft sendiri pernah memperingatkan bahwa aplikasi seperti ini sebaiknya dinonaktifkan sebelum proses update dijalankan.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa aplikasi ini tetap menjadi alat favorit bagi pengguna yang ingin membawa kembali rasa familier dari Windows lama ke Windows 11. Untuk mereka yang mengutamakan kontrol tampilan, kestabilan, dan kemudahan pengaturan, ExplorerPatcher menawarkan cara cepat untuk membuat sistem kerja terasa lebih akrab tanpa harus mengubah seluruh sistem secara drastis.

Terkait