
BPI Danantara membentuk anak usaha baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera untuk memperkuat pengelolaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Perusahaan ini dibentuk melalui Danantara Investment Manager dan diarahkan menjadi pengelola utama aset serta operasional proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Langkah ini menandai upaya Danantara membangun ekosistem pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi. Denera tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan bisnis, tetapi juga sebagai penghubung antara pengumpulan sampah, pengolahan, hingga pemanfaatan energi.
Fokus pada proyek PSEL
Fadli Rahman, Direktur Investasi DIM, menyebut Denera akan memegang saham sekaligus mengelola seluruh aset yang terkait dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL. Ia menjelaskan bahwa perusahaan ini dirancang sebagai entitas terintegrasi untuk memperkuat rantai pengelolaan limbah dari hulu ke hilir.
Menurut Fadli, keberadaan Denera diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia. Struktur bisnis yang dibangun juga ditujukan agar proyek PSEL tidak berjalan secara parsial, melainkan terhubung dengan sistem pengumpulan dan pemrosesan yang lebih tertata.
Skema pengelolaan sampah yang disiapkan
Denera akan menangani beberapa skema pengolahan sampah yang lebih luas dari sekadar pembakaran sampah untuk listrik. Skema yang disebut mencakup Depo Pengolahan Sampah Reduce atau DPSR, Depo Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau DPS3R, serta Depo Pengolahan Sampah Terpadu atau DPST.
Berikut ringkasan skema yang disiapkan:
- DPSR: pengurangan sampah dari sumbernya.
- DPS3R: pengurangan, guna ulang, dan daur ulang sampah.
- DPST: pengolahan sampah terpadu dalam satu sistem yang lebih besar.
Model ini menunjukkan bahwa Danantara ingin membangun sistem yang tidak hanya fokus pada output listrik, tetapi juga pada perubahan perilaku dan tata kelola sampah.
Edukasi masyarakat ikut jadi perhatian
Selain urusan teknis, pengembangan proyek juga menyasar edukasi masyarakat. Danantara melihat perubahan perilaku publik sebagai faktor penting agar pengelolaan sampah bisa berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini penting karena pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi. Kualitas pemilahan, kebiasaan membuang sampah, dan partisipasi warga ikut menentukan keberhasilan program PSEL di lapangan.
Denera juga disebut akan memperluas cakupan pengelolaan limbah di luar sampah rumah tangga. Rencana itu mencakup sampah industri dan limbah berbahaya, sehingga ruang lingkup bisnis dan pengelolaannya menjadi lebih kompleks.
Pendaftaran mitra proyek terus dibuka
Melalui Danantara Investment Management, Danantara Indonesia telah membuka pendaftaran batch kedua bagi perusahaan yang ingin menjadi mitra pengembangan proyek Waste-to-Energy atau WtE. Pembukaan ini dilakukan setelah seleksi mitra pada gelombang pertama selesai.
Empat wilayah yang menjadi fokus pada gelombang awal adalah Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Danantara mengundang badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas di bidang pengembangan PSEL.
Perusahaan yang mendaftar akan masuk ke proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi atau DPT. Daftar ini berfungsi sebagai tahapan prakualifikasi untuk menentukan perusahaan yang layak berpartisipasi dalam proyek di berbagai lokasi.
Wilayah tender yang sudah berjalan
Danantara sebelumnya telah menetapkan sejumlah pemenang tender untuk proyek PLTSa di beberapa wilayah. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. diumumkan sebagai pemenang lelang di Bogor Raya, sementara Wangneng Environment Co., Ltd. ditetapkan sebagai pemenang untuk wilayah Bekasi.
Empat aglomerasi kota yang sudah melewati proses tender tersebut merupakan bagian dari 10 aglomerasi kota yang dinilai memiliki potensi sampah besar untuk diolah melalui PLTSa. Dari sini terlihat bahwa Danantara memetakan proyek berdasarkan wilayah dengan volume limbah yang signifikan.
Penguatan struktur lewat Denera memberi sinyal bahwa pengelolaan sampah berbasis energi akan dijalankan dengan model yang lebih terpusat. Dengan tahap seleksi mitra, pengembangan aset, dan perluasan cakupan pengolahan, Danantara menempatkan proyek PSEL sebagai bagian penting dari strategi pengelolaan limbah nasional.









