Harga emas batangan Antam kembali bergerak turun pada Senin, 13 April 2026, dan kini dibanderol Rp 2.818.000 per gram. Koreksi ini membuat pasar emas ritel kembali ramai diperhatikan, apalagi harga buyback atau harga beli kembali juga ikut melemah ke Rp 2.585.000 per gram.
Penurunan itu terjadi di tengah kombinasi sentimen global yang belum ramah bagi logam mulia. Kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan data inflasi Amerika Serikat yang tinggi membuat pergerakan emas dunia cenderung fluktuatif meski sempat menjadi aset lindung nilai ketika pasar bergejolak.
Harga Antam Turun Rp 42.000
Mengacu pada situs Logam Mulia, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram turun Rp 42.000 dibandingkan Sabtu, 11 April 2026. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback yang ikut terkoreksi Rp 42.000 dari level sebelumnya.
Dalam praktiknya, harga jual emas Antam di butik logam mulia biasanya menjadi acuan utama bagi investor ritel yang membeli emas fisik. Sementara itu, harga buyback penting bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali kepemilikannya ke Antam.
Rincian harga emas Antam setelah pajak yang berlaku pada hari ini adalah sebagai berikut.
- 0,5 gram: Rp 1.462.648
- 1 gram: Rp 2.825.045
- 2 gram: Rp 5.589.940
- 3 gram: Rp 8.359.848
- 5 gram: Rp 13.899.663
- 10 gram: Rp 27.744.188
- 25 gram: Rp 69.234.655
- 50 gram: Rp 138.390.113
- 100 gram: Rp 276.702.030
- 250 gram: Rp 691.489.413
- 500 gram: Rp 1.382.768.300
- 1.000 gram: Rp 2.765.496.500
Buyback Ikut Melemah
Harga buyback emas Antam berada di Rp 2.585.000 per gram. Angka ini penting dipantau karena menentukan nilai yang diterima investor saat menjual emas batangan ke Antam.
Harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan atau PPh, yang mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Besaran pajak itu adalah 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Untuk pembeli, selisih antara harga beli dan buyback masih menjadi faktor utama dalam menghitung potensi keuntungan. Karena itu, emas fisik umumnya lebih cocok untuk strategi simpan jangka menengah hingga panjang, bukan untuk transaksi cepat.
Sentimen Global Masih Menekan Emas
Di pasar internasional, harga emas dunia atau XAU/USD bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan Senin (13/4/2026). Mengutip FXStreet, emas sempat tertahan di kisaran 4.670 dolar AS per troy ounce saat sesi Asia berlangsung.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga minyak West Texas Intermediate atau WTI yang melonjak 8,5 persen ke level 98,00 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh rencana blokade Selat Hormuz oleh militer AS setelah memanasnya tensi dengan Iran.
Donald Trump disebut menyatakan Washington akan mulai memblokade seluruh kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz. Komando Pusat AS atau CENTCOM juga mengonfirmasi penutupan lalu lintas maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran pada jam yang telah ditetapkan.
Inflasi AS Bikin Ekspektasi Suku Bunga Tetap Tinggi
Faktor lain yang menekan emas datang dari data inflasi Amerika Serikat. Data CPI terbaru menunjukkan inflasi tahunan melonjak menjadi 3,3 persen pada Maret, naik dari 2,4 persen pada Februari.
Kenaikan inflasi bulanan sebesar 0,9 persen memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum akan cepat memangkas suku bunga. Dalam kondisi higher for longer, emas cenderung kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga.
Kombinasi suku bunga tinggi dan penguatan dolar AS biasanya menjadi hambatan bagi emas. Namun, di sisi lain, ketegangan geopolitik dan risiko inflasi tetap bisa memicu pembelian emas sebagai aset lindung nilai bila kondisi pasar semakin tidak pasti.
Apa yang Perlu Dipantau Investor
Bagi investor ritel, pergerakan harga emas Antam saat ini menunjukkan bahwa sentimen global masih sangat dominan. Perubahan kecil pada inflasi, suku bunga, atau konflik geopolitik dapat langsung tercermin pada harga emas domestik.
Berikut faktor yang layak dipantau dalam beberapa hari ke depan.
- Pergerakan harga emas dunia di pasar spot
- Arah kebijakan suku bunga The Fed
- Data inflasi dan tenaga kerja AS
- Perubahan harga minyak mentah global
- Eskalasi atau meredanya ketegangan AS-Iran
- Selisih harga jual dan buyback emas Antam
Dengan kondisi seperti ini, harga emas Antam masih berpotensi bergerak naik-turun mengikuti sentimen eksternal. Investor yang fokus pada emas fisik perlu memperhatikan perubahan harian di Logam Mulia agar bisa membaca waktu beli dan waktu jual dengan lebih cermat.
Baca selengkapnya di: www.suara.com