Emas Naik 2,17% Sepekan, Pekan Ini Bisa Tembus US$ 5.125?

Harga emas dunia kembali mencuri perhatian pasar setelah membukukan kenaikan 2,17% sepanjang pekan lalu. Meski sempat terkoreksi pada penutupan perdagangan Jumat, sentimen jangka menengah terhadap emas masih dinilai kuat karena didorong ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global.

Pada Jumat, harga emas di pasar spot ditutup di level US$ 4.751,7 per troy ons, turun 0,24% dari hari sebelumnya. Namun, secara keseluruhan, logam mulia ini tetap menguat untuk pekan ketiga berturut-turut dan mempertahankan posisinya sebagai aset lindung nilai yang banyak diburu investor saat kondisi pasar bergejolak.

Faktor yang Menopang Harga Emas

Ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu katalis utama penguatan emas. Konflik yang masih berlangsung memicu kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global yang lebih persisten.

Kondisi itu membuat bank sentral di banyak negara berpotensi lebih berhati-hati untuk memangkas suku bunga. Emas biasanya diuntungkan saat suku bunga bertahan tinggi atau belum turun, karena aset ini tidak memberikan imbal hasil sehingga daya tariknya relatif naik di tengah ketidakpastian kebijakan.

Permintaan Bank Sentral Masih Kuat

Selain faktor geopolitik, pembelian emas oleh bank sentral dunia juga terus menjadi penopang penting. Permintaan ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset cadangan strategis di tengah upaya diversifikasi dari dolar Amerika Serikat.

Kajian ANZ Banking Group Ltd menilai emas berpeluang bangkit lebih jauh seiring pertumbuhan ekonomi global yang bervariasi dan inflasi yang cenderung mereda. Dalam kajian itu disebutkan, kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi bank sentral untuk melanjutkan penurunan suku bunga dalam jangka panjang.

Proyeksi Harga Emas Pekan Ini

Pelaku pasar kini memantau apakah emas mampu melanjutkan momentum kenaikannya pada pekan ini. Secara teknis, sejumlah indikator masih menunjukkan kecenderungan bullish meski sentimen jangka pendek tetap rentan terhadap koreksi.

Berikut level penting yang menjadi perhatian pasar:

  1. Resisten terdekat: US$ 4.833 per troy ons
  2. Resisten lanjutan: US$ 4.869 hingga US$ 4.929 per troy ons
  3. Resisten terjauh: US$ 5.125 per troy ons
  4. Pivot point krusial: US$ 4.735 per troy ons
  5. Support lanjutan: US$ 4.725 hingga US$ 4.614 per troy ons
  6. Support terjauh: US$ 4.359 per troy ons

Jika harga mampu menembus US$ 4.833 per troy ons, pergerakan menuju rentang resisten berikutnya bisa terbuka. Sebaliknya, jika level US$ 4.735 gagal dipertahankan, tekanan jual berisiko membawa harga turun lebih dalam.

Sinyal Teknis Masih Campuran

Dari sisi teknikal, Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 54. Posisi ini menandakan emas masih berada di zona bullish, meski belum menunjukkan tenaga tren yang terlalu kuat karena masih dekat area netral.

Sementara itu, Stochastic RSI 14 hari tercatat di level 12, yang berada di bawah ambang 20. Kondisi ini biasanya dibaca sebagai sinyal jenuh jual atau oversold, sehingga membuka peluang terjadinya pantulan harga jika muncul katalis positif baru.

Pandangan Jangka Panjang Masih Positif

Goldman Sachs Group Inc. tetap mempertahankan proyeksi harga emas bisa mencapai US$ 5.400 per troy ons tahun ini. Proyeksi itu bertumpu pada pembelian besar oleh bank sentral serta perkiraan pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 50 basis poin.

Kajian Goldman Sachs juga mencatat bahwa emas masih dapat menghadapi tekanan taktis dalam jangka pendek jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut. Namun, konflik yang berkepanjangan justru dipandang dapat mempercepat diversifikasi aset global dan memperkuat dukungan terhadap harga emas dalam periode yang lebih panjang.

Dengan kombinasi risiko geopolitik, ekspektasi inflasi, dan permintaan institusional yang masih tinggi, emas tetap berada dalam radar utama pasar pekan ini. Pergerakan harga di sekitar US$ 4.735 per troy ons akan menjadi penentu penting apakah reli emas bisa berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi baru.

Berita Terkait

Back to top button