Kesepakatan AI Khaby Lame Rp14,7 Triliun Guncang Kepercayaan, Sahamnya Anjlok 90%

Rencana besar Khaby Lame untuk mengubah pengaruh digitalnya menjadi kesepakatan bisnis bernilai hampir $1 miliar atau sekitar Rp14,7 triliun kini masuk fase yang penuh pertanyaan. Kesepakatan yang semula dipromosikan sebagai langkah agresif menuju monetisasi merek itu justru menghadapi pembatasan perdagangan dari sejumlah pialang besar dan memicu keraguan atas kelanjutan transaksinya.

Di tengah sorotan terhadap ekonomi kreator dan aset berbasis selebritas, kasus ini menjadi contoh bagaimana valuasi tinggi tidak selalu berarti kepercayaan pasar yang kuat. Saham Rich Sparkle, perusahaan publik yang terkait dengan transaksi tersebut, sudah anjlok lebih dari 90% dari puncaknya pada Januari dan membuat banyak pihak menilai ulang nilai ekonomi dari kesepakatan ini.

Skema Kesepakatan yang Diandalkan Rich Sparkle

Kesepakatan tersebut menempatkan Khaby Lame sebagai pusat strategi Rich Sparkle untuk memperluas bisnis berbasis nama besar dan audiens global. Dalam perjanjian itu, Lame disebut akan menerima 75 juta saham biasa di Rich Sparkle, sementara perusahaan itu memperoleh hak global eksklusif atas mereknya selama 36 bulan ke depan.

Rich Sparkle ingin memakai basis pengikut Lame untuk berbagai lini komersial, mulai dari penjualan lewat TikTok Shop hingga dukungan merek dan produk bermerek. Inti dari rencana itu adalah “AI Digital Twin”, yakni versi virtual yang dibangun dari wajah, suara, dan perilaku Lame agar bisa melakukan siaran langsung dan menjual produk sepanjang waktu dalam berbagai bahasa.

Model seperti ini menarik karena menawarkan skalabilitas tinggi dalam ekonomi creator. Akan tetapi, model yang bergantung pada reputasi publik, eksekusi teknologi, dan likuiditas saham juga rentan terhadap perubahan sentimen pasar dalam waktu singkat.

Pembatasan dari Pialang Besar

Masalah utama muncul saat beberapa pialang besar membatasi atau bahkan memblokir perdagangan saham yang terkait dengan Rich Sparkle. Nama-nama seperti E*Trade, Merrill Lynch, Fidelity, Charles Schwab, Vanguard, dan Interactive Brokers tercatat mengambil tindakan kehati-hatian atas saham tersebut.

Interactive Brokers menjelaskan bahwa pihaknya rutin meninjau sekuritas yang tersedia bagi klien dan menghapus sekuritas yang dinilai “tidak pantas untuk ditawarkan”. Sementara itu, profesor keuangan James Angel dari program FINRA Universitas Georgetown, seperti dikutip Business Insider, menilai pialang kerap membatasi saham berkapitalisasi pasar rendah karena risiko likuiditas yang bisa mengering cepat dan memunculkan masalah operasional.

“Pialang merasa mereka membantu pelanggan mereka — serta kantor belakang mereka — dengan tidak membiarkan pelanggan membelinya,” ujar Angel. Pernyataan itu menggambarkan bahwa pembatasan tidak selalu berarti ada pelanggaran, tetapi lebih sering mencerminkan tingginya risiko yang melekat pada saham mikrokapitalisasi.

Sinyal Kepercayaan yang Melemah

Salah satu faktor yang memperburuk persepsi pasar adalah jatuhnya harga saham Rich Sparkle dari level tertingginya. Ketika valuasi perusahaan sangat bergantung pada harga pasar saham, pelemahan tajam bisa langsung menggerus nilai transaksi yang sebelumnya tampak fantastis.

Situasi itu menimbulkan keraguan terhadap estimasi nilai $975 juta yang sempat dipakai sebagai dasar pengumuman. Valuasi tersebut dibangun sepenuhnya dari harga pasar saham Rich Sparkle saat kesepakatan disebutkan, sehingga ketika saham jatuh lebih dari 90%, nilai kertasnya ikut tertekan secara drastis.

Tanda Tanya pada Status Transaksi

Keraguan tidak berhenti pada harga saham. Pengajuan SEC terbaru Rich Sparkle pada 31 Maret 2026 masih menyebut transaksi itu bergantung pada sejumlah kondisi yang belum terselesaikan.

Pengajuan sebelumnya bahkan menyatakan perjanjian bisa gugur jika syarat-syarat itu tidak terpenuhi atau dibatalkan paling lambat 28 Februari 2026. Hingga kini juga belum ada pengajuan publik yang mengonfirmasi bahwa perusahaan Lame telah menerima 75 juta saham yang dijanjikan.

Rich Sparkle, yang terdaftar di British Virgin Islands dan berbasis di Hong Kong, belum memberi komentara atas permintaan yang berulang. Lame juga memilih tidak bicara, padahal ia sempat mempromosikan kesepakatan itu pada Januari sebelum kemudian menghapus simbol ticker Rich Sparkle dari bio TikTok dan Instagram-nya.

Poin Penting yang Menjadi Sorotan Pasar

  1. Rich Sparkle menjanjikan 75 juta saham biasa untuk akuisisi Step Distinctive Limited.
  2. Hak global eksklusif atas merek Khaby Lame disebut berlaku selama 36 bulan.
  3. Saham Rich Sparkle anjlok lebih dari 90% dari puncaknya pada Januari.
  4. Sejumlah pialang besar membatasi atau memblokir perdagangan saham tersebut.
  5. Pengajuan SEC masih menyisakan kondisi transaksi yang belum rampung.

Kasus ini menegaskan bahwa kesepakatan berbasis selebritas dan AI tetap bergantung pada dua hal yang sama pentingnya: kepercayaan pasar dan kepastian hukum. Selama status transaksi belum jelas dan saham perusahaan pendukungnya terus bergejolak, nilai besar yang melekat pada nama Khaby Lame akan tetap dipandang dengan hati-hati oleh investor dan pelaku pasar.

Berita Terkait

Back to top button