
Harga minyak mentah dan emas global diperkirakan akan bergerak sangat volatil pada pekan depan seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pasar menyoroti dampak kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia dan aliran dana ke aset lindung nilai.
Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut harga minyak memiliki rentang pergerakan yang lebar, dengan support di 78,7 dollar AS per barel dan resistance di 107,9 dollar AS per barel. Untuk emas, ia menilai level support awal berada di 4.638 dollar AS per troy ounce, sementara resistance terdekat ada di 4.897 dollar AS per troy ounce.
Minyak Masih Peka terhadap Risiko Pasokan
Tekanan utama pasar minyak datang dari kekhawatiran gangguan distribusi energi jika konflik kembali memburuk. Ibrahim menilai skenario yang paling sensitif adalah jika gencatan senjata tidak diperpanjang, karena kondisi itu bisa memicu kembali eskalasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pada perdagangan Jumat, harga minyak dunia sempat terkoreksi di bawah 100 dollar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 1,5 persen menjadi 96,37 dollar AS per barel, setelah sempat menembus 100 dollar AS di awal sesi.
Sementara itu, Brent untuk pengiriman Juni juga melemah 1,3 persen ke 94,69 dollar AS per barel. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih bereaksi cepat terhadap setiap sinyal dari kawasan konflik, terutama yang terkait jalur distribusi energi strategis.
1. Faktor yang bisa menekan harga minyak
- Gencatan senjata berjalan efektif dan diperpanjang.
- Distribusi energi kembali normal.
- Risiko gangguan pasokan menurun.
2. Faktor yang bisa mendorong harga minyak naik
- Negosiasi AS dan Iran gagal.
- Konflik kembali memanas.
- Selat Hormuz terancam ditutup atau dibatasi.
Jika jalur perdagangan di Selat Hormuz terganggu, harga minyak berpeluang melonjak tajam karena kawasan itu menjadi salah satu rute penting pengiriman energi global. Kondisi tersebut juga dapat memicu tekanan inflasi baru di banyak negara, terutama jika biaya energi naik dalam waktu singkat.
Emas Kembali Diburu Saat Ketidakpastian Meningkat
Harga emas global juga berpotensi bergerak naik-turun secara tajam karena logam mulia ini sensitif terhadap arah suku bunga dan eskalasi risiko geopolitik. Dalam skenario koreksi, harga emas diperkirakan bisa turun ke 4.638 dollar AS per troy ounce, lalu melemah lebih jauh hingga 4.358 dollar AS per troy ounce jika tekanan berlangsung selama sekitar sepekan.
Di sisi lain, jika ketegangan meluas dan permintaan safe haven meningkat, emas berpeluang menguat ke 4.897 dollar AS per troy ounce. Ibrahim menilai emas biasanya mendapat dukungan ketika pasar mencari perlindungan dari ketidakpastian, terutama saat konflik meningkat atau ketika ekspektasi suku bunga mulai turun.
Pergerakan emas juga erat kaitannya dengan kebijakan bank sentral global, khususnya The Fed. Jika tekanan inflasi mereda dan suku bunga mulai diturunkan, emas cenderung lebih menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil itu menjadi lebih rendah.
Dampak ke Kebijakan dan Rupiah
Volatilitas minyak bukan hanya berdampak pada pasar komoditas, tetapi juga pada arah kebijakan moneter dunia. Jika harga energi naik dan inflasi kembali menekan, bank sentral dinilai bisa mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas harga.
Di pasar domestik, rupiah disebut masih rentan melemah dan berpotensi bertahan di atas level Rp 17.000 per dollar AS. Pelemahan nilai tukar ini dapat menambah dorongan pada harga emas dalam negeri, karena harga logam mulia sangat dipengaruhi oleh kurs dan pergerakan emas global.
Ketegangan tambahan antara Amerika Serikat dan China terkait dugaan pengiriman persenjataan ke Iran juga ikut menjaga sentimen pasar tetap rapuh. Selama risiko geopolitik belum mereda, harga minyak dan emas cenderung tetap berada dalam fase penuh kejutan, dengan pelaku pasar perlu mencermati setiap perkembangan dari Timur Tengah dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.









