Laba MIND ID Anjlok 27,9 Persen Ke Rp29 Triliun, Pendapatan Justru Naik 9,5 Persen

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mencatat laba bersih Rp29 triliun pada tahun buku 2025. Capaian itu turun 27,9 persen dibandingkan laba pada tahun sebelumnya, namun masih berada 13 persen di atas target internal perusahaan.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan angka tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR. Ia juga menegaskan bahwa proses audit laporan keuangan konsolidasi untuk periode 2025 masih berjalan.

Pendapatan Masih Tumbuh di Tengah Tekanan Laba

Meski laba bersih melemah, pendapatan MIND ID justru naik 9,5 persen menjadi Rp159 triliun. Pada periode sebelumnya, pendapatan perseroan tercatat Rp145,2 triliun, sehingga kenaikan ini menunjukkan aktivitas bisnis grup tetap bergerak positif.

MIND ID juga membukukan EBITDA sebesar Rp42 triliun sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas operasional, meski tekanan tetap muncul dari dinamika harga komoditas, biaya produksi, dan tantangan pasar global.

Maroef menyebut pencapaian tersebut lahir dari optimalisasi kinerja operasional di tengah tantangan yang ada. Ia menambahkan bahwa pengendalian biaya dan tata kelola menjadi fokus utama perusahaan untuk menjaga kinerja grup tetap sehat.

Fokus pada Keselamatan dan Tata Kelola

Dalam penjelasannya, manajemen menempatkan keselamatan kerja, kepatuhan, dan tata kelola yang baik sebagai prioritas utama. Pendekatan ini penting bagi holding industri tambang seperti MIND ID yang mengelola aset strategis dan rantai produksi di sejumlah komoditas utama.

Di tengah penurunan laba, kemampuan menjaga pendapatan dan EBITDA tetap tumbuh menjadi sinyal bahwa perusahaan masih memiliki daya tahan bisnis. Kondisi ini juga memberi ruang bagi MIND ID untuk melanjutkan agenda hilirisasi yang menjadi arah besar industri pertambangan nasional.

Kinerja Anak Usaha Menjadi Penopang

Kinerja MIND ID tidak lepas dari kontribusi anak usaha yang bergerak di berbagai komoditas. Beberapa target produksi untuk periode berikutnya menunjukkan arah ekspansi dan penyesuaian strategi di level operasional.

Berikut ringkasan target dan capaian yang disebut MIND ID:

  1. Produksi aluminium PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencapai 280.000 ton pada 2025.
  2. Target produksi aluminium pada 2026 ditetapkan 275.000 ton, atau turun tipis 2 persen.
  3. Produksi batu bara PT Bukit Asam Tbk. ditargetkan naik 5 persen menjadi 49,5 juta ton pada 2026.
  4. Produksi batu bara tahun lalu tercatat 47,2 juta ton.
  5. Target produksi bauksit melonjak 89 persen menjadi 5,3 juta wmt dari 2,8 juta wmt.
  6. Produksi emas dari Antam dan PT Freeport Indonesia ditargetkan 31,7 ton, naik 6 persen dari 29,9 ton.
  7. Produksi bijih nikel diproyeksikan tumbuh 33 persen menjadi 24,4 juta wmt.
  8. Produksi timah lewat PT Timah Tbk. ditargetkan naik 63 persen menjadi 29.100 ton.

Hilirisasi Jadi Arah Utama

MIND ID menempatkan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan berikutnya. Strategi ini penting karena nilai tambah dari pengolahan mineral dan logam dinilai lebih besar dibanding penjualan bahan mentah.

Selain hilirisasi, efisiensi operasi juga tetap ditekankan untuk menjaga margin di tengah fluktuasi pasar komoditas. Kombinasi keduanya akan menentukan seberapa kuat grup tambang pelat merah ini mempertahankan kinerja keuangan pada periode berikutnya.

Dengan pendapatan yang masih naik, EBITDA yang solid, dan target produksi yang lebih agresif di sejumlah komoditas, MIND ID memasuki fase penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan kepatuhan operasional. Fokus perusahaan kini tertuju pada penguatan portofolio bisnis, akselerasi hilirisasi, serta perbaikan kinerja di seluruh lini anak usaha.

Berita Terkait

Back to top button