Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tercatat turun menjadi Rp47.050 per gram pada perdagangan Sabtu, 18 April 2026. Angka ini turun Rp1.200 dari posisi sebelumnya dan menandai koreksi harga di pasar logam mulia domestik.
Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar yang memantau logam mulia sebagai aset lindung nilai. Data di laman Logam Mulia menunjukkan harga perak bergerak searah dengan tekanan pada pasar emas yang juga melemah pada periode yang sama.
Pergerakan harga dalam sepekan
Sebelumnya, pada Jumat, 17 April 2026, harga perak sempat menguat tipis sebesar Rp600 dan berada di level Rp47.650 per gram. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena harga kembali terkoreksi pada perdagangan berikutnya.
Fluktuasi harian ini memperlihatkan bahwa harga perak masih bergerak dinamis mengikuti sentimen pasar. Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perubahan harga secara berkala sebelum mengambil keputusan pembelian.
Daftar harga perak Antam
Berdasarkan data resmi yang tercantum di laman Logam Mulia, berikut harga dasar beberapa produk perak Antam pada 18 April 2026.
- Perak Batangan 250 gram: Rp11.762.500
- Perak Batangan 500 gram: Rp23.525.000
- Perak Heritage 31,1 gram: Rp1.463.255
- Perak Heritage 186,6 gram: Rp8.779.530
Produk perak ini tersedia dalam bentuk batangan standar dan varian heritage. Antam menyediakan perak heritage dalam ukuran 31,1 gram atau setara 1 troy ounce, serta 186,6 gram.
Pajak pembelian perak batangan
Pembelian perak batangan di Indonesia dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar 11%. Pajak tersebut otomatis masuk ke total pembayaran konsumen saat bertransaksi di butik logam mulia.
Ketentuan ini penting dipahami karena harga yang terpampang belum tentu sama dengan total akhir yang dibayar pembeli. Karena itu, calon konsumen perlu memperhitungkan pajak saat membandingkan harga dan menentukan waktu beli.
Konteks pasar logam mulia
Koreksi harga perak terjadi bersamaan dengan tekanan pada harga emas yang pada pekan yang sama tercatat anjlok hingga Rp42.000 per gram. Situasi ini membuat pasar logam mulia bergerak hati-hati dan memunculkan pertanyaan soal momentum pembelian emas maupun perak.
Dalam data pasar yang sama, harga emas dari tiga produsen besar di Indonesia masih berada di bawah Rp3.000.000 per gram. Tercatat harga masing-masing produk berada di level Rp2.873.000 per gram, Rp2.902.000 per gram, dan Rp2.868.000 per gram.
Meski permintaan perak murni masih didominasi sektor industri, sebagian investor ritel tetap memantau aset ini sebagai alternatif emas. Volatilitas harga yang terjadi membuat pantauan rutin tetap diperlukan, terutama karena pasar logam mulia sangat dipengaruhi kebijakan moneter internasional dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.







