AADI Lepas 47,99 Persen Tambang Kestrel, Rp 31,7 Triliun Mengalir Ke Kas

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui anak usahanya, Adaro Capital Limited (ACL), resmi mengumumkan rencana pelepasan 720,38 juta lembar saham di Kestrel Coal Group Pty Ltd, Australia. Porsi tersebut setara dengan 47,99 persen kepemilikan di tambang batubara Kestrel.

Nilai transaksi awal dari pelepasan saham itu mencapai US$ 1,85 miliar atau setara Rp 31,7 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.168 per dolar AS. Informasi ini menjadi sorotan karena transaksi tersebut termasuk salah satu langkah korporasi besar yang dilakukan AADI pada aset tambang luar negeri.

Struktur pembayaran transaksi

Selain pembayaran tunai di muka, kesepakatan itu juga memuat pembayaran tambahan atau contingent cash consideration. Nilainya maksimal US$ 550 juta atau sekitar Rp 9,44 triliun, dan akan dibayarkan secara bertahap selama lima tahun ke depan.

Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, menjelaskan bahwa pembayaran awal sebesar US$ 1.850 juta akan diterima pada saat penyelesaian transaksi. Ia menegaskan bahwa skema tersebut tetap tunduk pada syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian jual beli saham atau SPA.

Ray juga menyampaikan bahwa pembayaran tambahan akan dilakukan setiap tahun setelah penyelesaian transaksi sesuai dengan ketentuan dalam keterbukaan informasi perusahaan. Skema bertahap ini membuat nilai total transaksi berpotensi lebih besar dari nilai awal yang diumumkan.

Dampak ke arah bisnis AADI

Manajemen AADI menyebut divestasi ini sebagai langkah strategis yang selaras dengan rencana bisnis dan investasi perusahaan ke depan. Perseroan menegaskan transaksi tersebut tidak memberi dampak material terhadap operasional maupun aspek hukum perusahaan.

Pernyataan itu penting karena menunjukkan bahwa pelepasan aset tidak diposisikan sebagai langkah darurat, melainkan bagian dari penyesuaian portofolio bisnis. Dengan begitu, AADI tampak mengarahkan sumber daya pada agenda korporasi yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

Kestrel Coal Group sendiri menjadi bagian dari strategi ekspansi batu bara luar negeri yang pernah ditempuh grup usaha milik Garibaldi Thohir. Aset ini sebelumnya diakuisisi pada 2018 untuk mendorong peningkatan volume produksi batu bara di luar Indonesia.

Perubahan arah kepemilikan aset luar negeri

Pelepasan saham Kestrel menandai pergeseran kepemilikan atas salah satu aset penting di Australia. Bagi AADI, transaksi ini menunjukkan adanya penataan ulang atas kepemilikan yang telah dibangun sejak beberapa tahun lalu.

Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa perusahaan terus mengevaluasi aset yang dimiliki, terutama jika aset itu terkait dengan strategi ekspansi lama. Dalam konteks pasar, transaksi bernilai besar seperti ini kerap dipantau karena dapat memberi sinyal arah prioritas investasi sebuah emiten.

Dengan nilai awal mencapai US$ 1,85 miliar dan potensi pembayaran tambahan hingga US$ 550 juta, rencana divestasi ini menjadi salah satu aksi korporasi yang paling menonjol dari AADI. Perhatian pasar kini tertuju pada proses penyelesaian transaksi serta implikasi strategisnya terhadap langkah bisnis perusahaan berikutnya.

Terkait