Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta untuk memperluas langkah bisnis ke pasar internasional. Arahan itu ia sampaikan saat BUMD Leaders Forum 26 di Candi Bentar Hall, Jakarta Utara, dan menjadi bagian dari dorongan agar Jakarta bergerak menuju статус Global City.
Pramono menilai BUMD tidak cukup hanya kuat di pasar domestik. Ia mendorong perusahaan daerah seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya agar berani tampil lebih luas dan bersaing di luar negeri.
Dorongan agar BUMD tidak hanya jadi “jago kandang”
Pramono menegaskan bahwa BUMD harus keluar dari pola lama yang terlalu nyaman di pasar lokal. Menurut dia, perusahaan daerah perlu membangun kapasitas yang membuat mereka mampu berkompetisi di level yang lebih luas dan memberi manfaat lebih besar bagi Jakarta.
Ia juga menyebut ekspansi global sebagai langkah penting untuk mendukung visi Jakarta Global City. Dalam forum tersebut, Pramono menekankan bahwa BUMD harus tampil lebih agresif, namun tetap dikelola dengan prinsip profesional dan transparan.
Antisipasi risiko eksternal
Selain soal ekspansi usaha, Pramono juga mengingatkan adanya tantangan eksternal yang tidak bisa diabaikan. Ia menyoroti ketidakpastian geopolitik dunia serta fenomena alam yang berpotensi memengaruhi kinerja bisnis BUMD.
Salah satu risiko yang disebutnya adalah El Nino yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga September. Karena itu, manajemen BUMD diminta menyiapkan langkah antisipatif sejak awal agar tetap tangguh menghadapi tekanan dari luar.
Pramono menilai konsolidasi antar-BUMD perlu berjalan seiring dengan pembenahan budaya kerja. Ia mendorong corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional agar transformasi tidak berhenti di level wacana.
Kendali BUMD dan penguatan pembiayaan
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa forum ini menjadi kelanjutan agenda tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah memperkuat kemandirian finansial melalui kinerja investasi, creative financing, dan sinergi pembiayaan antarperusahaan daerah.
Pada Triwulan I tahun 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang. Langkah ini disebut sebagai salah satu pencapaian penting dalam upaya memperkuat dukungan pembiayaan untuk sektor pangan dan infrastruktur.
Skema pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa BUMD Jakarta tidak hanya diarahkan untuk mencari pasar baru, tetapi juga membangun dasar keuangan yang lebih kuat. Dengan dukungan pendanaan yang lebih terstruktur, perusahaan daerah diharapkan lebih siap menjalankan ekspansi dan memperbesar kontribusi ekonomi.
Optimalisasi aset untuk pendapatan baru
Strategi penguatan ekonomi BUMD juga mencakup pemanfaatan aset strategis agar menghasilkan aliran pendapatan baru. Pemerintah provinsi melihat adanya peluang pengembangan di sektor properti hunian mix-used serta infrastruktur pengolahan air limbah.
Selain itu, kolaborasi antar-BUMD diarahkan untuk memperkuat distribusi pangan dan layanan publik lain yang terkait dengan kebutuhan warga Jakarta. Pendekatan ini diposisikan sebagai cara untuk membuat aset daerah bekerja lebih produktif dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
Pada akhir acara, PAM Jaya dan Bank Jakarta menandatangani kesepakatan kredit sebagai bentuk konkret sinergi pembiayaan. Collaboration Charter itu diharapkan menjadi landasan bagi transformasi BUMD agar lebih tangguh, profesional, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta di dalam maupun luar negeri.
