Program rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memunculkan perhatian besar karena bukan hanya membuka ribuan formasi, tetapi juga menuntut kejelasan peran sejak awal. Sorotan utama datang pada kebutuhan SOP yang rinci, indikator kinerja yang bisa diukur, serta posisi manajer yang harus ditegaskan agar tidak berhenti pada pekerjaan administratif.
Di sisi lain, besaran gaji juga ikut menjadi pembahasan karena skemanya belum diumumkan secara resmi. Meski begitu, kisaran yang diperkirakan mengacu pada standar manajer di Indonesia, yaitu Rp 7,5 juta hingga Rp 50 juta per bulan, tergantung kualifikasi dan pengalaman.
Peran manajer tidak boleh kabur
Pengamat koperasi sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Koperasi, Agung Sujatmiko, menilai program ini membutuhkan landasan kerja yang tegas. Ia menekankan bahwa tugas manajer harus dijelaskan sejak awal, termasuk status dan kedudukannya di koperasi.
“Peran manajer yang ditempatkan itu harus jelas, termasuk status dan kedudukannya di koperasi,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026).
Kejelasan itu dinilai penting karena manajer Kopdes Merah Putih tidak hanya mengurus operasional harian. Mereka juga membawa mandat program pemerintah yang harus berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan koperasi desa.
SOP dan indikator kerja jadi penentu
Agung menilai SOP perlu memuat pembagian tugas, fungsi, dan batas kewenangan secara rinci. Tanpa itu, pengelolaan koperasi berisiko berjalan tidak konsisten dan sulit dievaluasi.
Selain SOP, indikator kinerja juga harus disusun secara terukur agar penilaian tidak hanya berhenti pada aktivitas administrasi. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan harus melihat kontribusi nyata terhadap pengembangan koperasi.
“Tugas si manajer yang ditempatkan itu menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai agregator dan konsolidator ekonomi, bukan hanya menjadi pegawai administratur,” katanya.
Diharapkan mampu mengangkat ekonomi desa
Menurut Agung, manajer yang direkrut juga perlu punya kemampuan inovasi dalam melihat potensi ekonomi di desa. Ia mencontohkan pentingnya pengolahan hasil pertanian atau komoditas lokal supaya produk memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Penguatan distribusi juga tidak kalah penting karena produk desa perlu menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan sistem yang baik, jangkauan penjualan bisa bergerak dari tingkat regional, nasional, hingga ekspor.
Rekrutmen 30.000 formasi dan skema kerja
Pemerintah telah membuka rekrutmen 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih sejak 15 hingga 24 April 2026. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu atau PKWT selama dua tahun.
Skema itu menunjukkan bahwa posisi manajer diposisikan sebagai tenaga profesional yang diharapkan mampu mendorong koperasi desa menjadi lebih modern. Program ini juga diarahkan agar koperasi tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga lebih kuat dalam mendukung perekonomian nasional.
Gaji besar harus sejalan dengan tanggung jawab
Pembahasan soal gaji menjadi relevan karena beban kerja dan mandat yang melekat pada posisi ini tidak ringan. Walau belum ada pengumuman resmi, kisaran Rp 7,5 juta hingga Rp 50 juta per bulan disebut mengikuti standar gaji manajer di Indonesia.
Besaran itu pada akhirnya akan dibaca publik sebagai cermin profesionalitas program, sehingga transparansi tugas, SOP, dan indikator kinerja menjadi semakin penting. Jika semua unsur itu ditegaskan, maka penempatan manajer Kopdes Merah Putih akan lebih mudah dinilai berdasarkan hasil kerja nyata di lapangan.
