
Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 21 April 2026, seiring meningkatnya harapan pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah. Sentimen tersebut muncul meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih tinggi menjelang batas akhir gencatan senjata.
Reaksi positif pasar terlihat dari mayoritas indeks utama kawasan yang bergerak naik sejak awal perdagangan. Investor tampak menilai peluang tercapainya kesepakatan damai masih cukup besar, sehingga minat terhadap aset berisiko tetap terjaga.
Investor membaca peluang damai di tengah tensi politik
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Presiden AS Donald Trump mencoba mengarahkan negosiasi lewat tekanan militer. Ia menyebut langkah itu sebagai upaya mengubah meja perundingan menjadi ruang penyerahan diri atau justru pembenaran bagi provokasi perang.
Ghalibaf, yang juga merupakan salah satu negosiator utama Iran, menegaskan pihaknya tidak mau bernegosiasi dalam bayang-bayang ancaman. Ia juga mengatakan Iran siap membuka “kartu baru” di medan perang dalam dua minggu terakhir.
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan akan ada “banyak bom” yang mulai meledak jika kesepakatan tidak tercapai sebelum gencatan senjata berakhir pada Selasa malam waktu setempat. Ia juga mengancam Iran dengan kekuatan militer AS.
Meski retorika kedua pihak tetap keras, pasar memilih fokus pada peluang penyelesaian konflik. Kepala Ahli Strategi Ekuitas Wells Fargo, Ohsung Kwon, mengatakan, “Saya pikir ekonomi akan baik-baik saja selama tiga bulan ke depan,” yang ikut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek jangka pendek.
Bursa Asia bergerak serempak menguat
Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,58 persen, sementara Kosdaq naik 0,90 persen. Di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,52 persen dan Topix dibuka naik tipis.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,20 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong bergerak naik ke 26.494 dari sebelumnya di area 26.361,07.
Penguatan bursa Asia kontras dengan pergerakan Wall Street pada sesi perdagangan Senin, 20 April 2026. Pada sesi itu, S&P 500 turun 0,24 persen menjadi 7.109,14, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,26 persen ke 24.404,39 dan mengakhiri kenaikan 13 hari berturut-turut.
Indeks Dow Jones Industrial Average juga turun tipis 4,87 poin atau 0,01 persen menjadi 49.442,56. Pergerakan yang berlawanan antara Asia dan Amerika Serikat ini menunjukkan pasar global masih sangat sensitif terhadap perkembangan diplomasi AS-Iran dan arah gencatan senjata yang mendekati batas waktunya.









