BRI Buka KUR 2026 Plafon Rp500 Juta, UMKM Kecil Bisa Naik Kelas dengan Bunga Murah

BRI kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan plafon pinjaman yang bisa mencapai Rp500 juta bagi pelaku UMKM. Program ini hadir sebagai dukungan permodalan untuk menjaga kegiatan usaha tetap berjalan, terutama di tengah kebijakan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan pada level 4,75 persen.

Fasilitas ini menjadi perhatian karena menawarkan skema bunga yang relatif kompetitif dan bisa digunakan melalui jalur layanan luring maupun digital. Bagi pelaku usaha yang sedang mencari pembiayaan produktif, informasi tentang plafon, bunga, syarat, dan cara pengajuan menjadi faktor penting sebelum mengajukan pinjaman.

Plafon dan skema bunga KUR BRI

BRI menyediakan KUR 2026 dengan plafon hingga Rp500 juta untuk UMKM. Dalam program ini, skema bunga dibedakan berdasarkan kategori pinjaman dan status pengajuan debitur.

Untuk KUR Super Mikro, bunga efektif ditetapkan 3 persen per tahun. Sementara itu, kategori Mikro dan Kecil dikenakan bunga 6 persen efektif per tahun bagi pemohon pertama.

Pemerintah juga menetapkan penyesuaian bunga untuk pengajuan ulang atau suplesi. Pada pengajuan kedua hingga keempat, tarif bunga naik bertahap mulai dari 7 persen, 8 persen, hingga 9 persen.

Syarat utama pengajuan

Calon debitur harus memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal enam bulan. Syarat ini menjadi dasar utama agar pembiayaan masuk ke sektor usaha yang benar-benar aktif dan membutuhkan tambahan modal kerja.

Selain itu, pemohon tidak boleh sedang menerima kredit produktif dari lembaga perbankan lain. Namun, pinjaman konsumtif seperti KPR atau kartu kredit masih diperbolehkan selama status pembayarannya lancar.

Kelayakan pengajuan juga bergantung pada hasil pemeriksaan riwayat kredit melalui SLIK OJK. Riwayat yang bersih menjadi salah satu aspek penting yang dilihat bank sebelum memberikan persetujuan.

Dokumen yang perlu disiapkan

Untuk urusan administrasi, calon nasabah perlu menyiapkan e-KTP, Kartu Keluarga, serta dokumen legalitas usaha. Legalitas itu bisa berupa Nomor Induk Berusaha atau surat keterangan dari kelurahan.

Jika plafon pinjaman di atas Rp50 juta, nasabah juga wajib menyertakan NPWP. Kelengkapan dokumen ini membantu mempercepat proses verifikasi dan memperjelas status usaha yang diajukan.

Jalur pengajuan lewat kantor cabang dan digital

Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara langsung di unit kerja BRI terdekat. Alternatif lain tersedia melalui kanal digital, yakni portal kur.bri.co.id dan aplikasi BRIMO.

Melalui jalur digital, pelaku usaha dapat mengunggah dokumen pendukung secara mandiri. Setelah itu, bank akan melanjutkan proses verifikasi dan survei lapangan untuk menilai kelayakan usaha.

Simulasi angsuran sebagai gambaran awal

Besaran angsuran bergantung pada plafon dan tenor pinjaman. Pada simulasi bunga 6 persen, pinjaman Rp10 juta memiliki estimasi angsuran sekitar Rp860.664 untuk tenor 12 bulan, Rp443.206 untuk 24 bulan, dan Rp304.219 untuk 36 bulan.

Untuk pinjaman Rp50 juta, angsurannya sekitar Rp4.303.321 per bulan pada tenor 12 bulan, Rp2.216.031 pada tenor 24 bulan, dan Rp1.521.097 pada tenor 36 bulan. Sementara itu, plafon Rp100 juta menghasilkan angsuran sekitar Rp8.606.643 untuk 12 bulan, Rp4.432.061 untuk 24 bulan, dan Rp3.042.194 untuk 36 bulan.

Arah penggunaan dana dan penilaian bank

BRI menyarankan agar dana KUR digunakan untuk modal kerja atau investasi yang mendukung produktivitas usaha. Fokus penggunaan dana menjadi penting karena bank menilai kemampuan debitur dalam mengelola pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan.

Dengan plafon yang bisa mencapai Rp500 juta, program ini memberi ruang lebih luas bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal sesuai skala usahanya. Namun, kelancaran proses tetap bergantung pada kelengkapan dokumen, kualitas riwayat kredit, dan kesiapan usaha yang diajukan.

Berita Terkait

Back to top button