IHSG Diburu Dana Asing Rp1,23 Triliun, Resistansi 8.390 Siap Diuji Hari Ini

Author: Qoo Media

IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, dengan peluang menguji level resistansi 8.390. Dorongan utama datang dari aksi beli bersih investor asing yang pada penutupan pasar sebelumnya tercatat sebesar Rp1,23 triliun.

Arus dana asing ini membuat sentimen pasar tetap positif dan menjaga indeks bergerak dalam tren optimistis. Sejumlah analis menilai area 8.332 hingga 8.354 menjadi zona yang perlu ditembus lebih dulu sebelum IHSG bergerak lebih dekat ke target 8.390.

Dana asing masih jadi penopang utama

Masuknya dana asing dalam jumlah besar memberi sinyal bahwa minat investor global terhadap pasar saham Indonesia masih cukup kuat. Data dari Indo Premier Sekuritas menunjukkan aliran dana tersebut menjadi katalis penting yang membantu menjaga stabilitas pasar modal domestik.

Pergerakan ini juga memperlihatkan bahwa investor masih melihat peluang pada saham-saham berkapitalisasi besar. Di tengah kondisi suku bunga global yang masih berfluktuasi, akumulasi pada big caps diperkirakan tetap berlangsung.

Level teknikal yang perlu dicermati

Dari sisi teknikal, IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan selama bertahan di atas support terdekat. Area 8.200 hingga 8.270 disebut sebagai penyangga awal yang penting bagi pergerakan intraday.

Support kuat berada di 8.181, dan level ini dipandang sebagai batas bawah yang cukup penting bagi investor. Jika tekanan jual meningkat, area tersebut menjadi acuan untuk menilai ketahanan tren pasar saat ini.

Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan di atas zona resistansi terdekat, peluang penguatan ke 8.390 akan terbuka lebih lebar. Level 8.350 hingga 8.380 pun menjadi area yang patut diawasi karena bisa menentukan arah lanjutan perdagangan.

Sentimen domestik ikut mengangkat pasar

Selain faktor eksternal, pasar juga mendapat dorongan dari sentimen dalam negeri. Sejumlah analis menyebut adanya fenomena yang disebut sebagai “purbaya effect saham”, yang dinilai memberi tambahan kepercayaan diri bagi investor lokal untuk aktif bertransaksi.

Optimisme pasar juga ditopang oleh kondisi ekonomi nasional yang sebelumnya sempat mencatat pertumbuhan 5,05 persen. Dengan latar ini, pelaku pasar masih melihat pasar saham domestik memiliki daya tahan yang cukup baik di tengah volatilitas global.

Sektor dan saham yang masuk sorotan

Dalam beberapa riset sekuritas, sektor perbankan dan infrastruktur menjadi perhatian utama untuk perdagangan hari ini. Saham seperti EXCL dan JSMR disebut menunjukkan pola teknikal yang menarik, sementara emiten perbankan besar tetap menjadi andalan untuk portofolio jangka panjang.

Dari daftar saham pilihan analis, JSMR disebut menonjol di sektor infrastruktur. EXCL menunjukkan sinyal akumulasi yang konsisten, sedangkan MYOR dan BFIN dinilai menarik untuk strategi swing trading jangka pendek.

BBCA dan BBRI juga tetap masuk radar pelaku pasar karena likuiditasnya tinggi dan perannya sebagai penopang utama indeks. Fokus pada saham-saham besar ini sejalan dengan kecenderungan pasar yang masih digerakkan oleh minat investor institusi.

Strategi pasar tetap perlu disiplin

Meski proyeksi IHSG masih positif, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan potensi volatilitas akibat faktor eksternal, termasuk pengaruh suku bunga Fed terhadap IHSG. Kondisi tersebut kerap memicu pergerakan harga yang cepat dan membuat level teknikal berubah dalam waktu singkat.

Karena itu, trading plan dan batas stop loss tetap menjadi alat penting untuk mengelola risiko. Hingga awal perdagangan, IHSG terpantau bergerak di zona hijau, sementara perhatian pasar kini tertuju pada apakah aliran dana asing tetap cukup kuat untuk membawa indeks menguji level 8.390.

Terbaru