Penyaluran kredit perbankan kembali menguat pada Juni 2026, sementara fasilitas kredit yang belum digunakan mulai berkurang. Kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11,51 persen pada Mei 2026.
Di saat yang sama, nilai kredit belum ditarik atau undisbursed loan turun menjadi Rp 2.490 triliun. Angka itu setara 21,52 persen dari total plafon kredit dan menunjukkan sebagian fasilitas pembiayaan mulai digunakan.
Ruang Ekspansi Kredit Masih Besar
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai pertumbuhan kredit memperlihatkan peran perbankan yang makin besar dalam menopang kegiatan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Juli 2026.
Menurut Perry, besarnya fasilitas pinjaman yang belum dipakai masih memberi ruang bagi ekspansi pembiayaan hingga akhir tahun. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 dapat tetap berada pada kisaran 8-12 persen.
Nilai undisbursed loan pada Juni turun dari posisi Mei yang mencapai Rp 2.576 triliun. Porsinya terhadap total plafon kredit juga menyusut dari 22,41 persen menjadi 21,52 persen.
| Periode | Undisbursed Loan | Porsi dari Plafon Kredit |
|---|---|---|
| Mei 2026 | Rp 2.576 triliun | 22,41 persen |
| Juni 2026 | Rp 2.490 triliun | 21,52 persen |
Penurunan dana kredit menganggur tersebut terjadi ketika minat perbankan menyalurkan pembiayaan tetap tinggi. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh 10,21 persen secara tahunan.
Data yang dikutip money.kompas.com menunjukkan dorongan terbesar bagi pertumbuhan kredit berasal dari pembiayaan investasi. Kredit investasi melonjak 24,90 persen secara tahunan pada Juni 2026.
Kredit Investasi Menjadi Penopang
Pertumbuhan kredit modal kerja tercatat 8,94 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit konsumsi meningkat 5,75 persen.
| Jenis Kredit | Pertumbuhan Tahunan Juni 2026 |
|---|---|
| Kredit investasi | 24,90 persen |
| Kredit modal kerja | 8,94 persen |
| Kredit konsumsi | 5,75 persen |
Lonjakan kredit investasi membuat segmen ini menjadi motor utama kenaikan kredit perbankan pada Juni. Adapun pertumbuhan pada kredit modal kerja dan konsumsi tetap berada di bawah laju pertumbuhan total kredit.
Perry menyatakan prospek penyaluran kredit juga didukung oleh permintaan pembiayaan yang masih terbuka. “BI memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen,” ujarnya.
Suku Bunga dan Kondisi Bank
Perkembangan suku bunga perbankan diharapkan ikut mendukung penyaluran kredit. Pada Juni 2026, suku bunga deposito tenor satu bulan berada di level 4,76 persen, sedangkan rata-rata suku bunga kredit mencapai 8,81 persen.
Bank Indonesia juga menilai ketahanan industri perbankan masih kuat di tengah ketidakpastian global. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio perbankan pada Mei 2026 tercatat 23,74 persen.
Rasio kredit bermasalah tetap rendah, dengan NPL bruto sebesar 2,17 persen dan NPL neto 0,84 persen. Kondisi itu menjadi salah satu indikator kualitas pembiayaan perbankan yang masih terjaga.
Likuiditas perbankan dinilai memadai meski rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga menurun. Rasio AL/DPK berada di level 23,08 persen pada Juni 2026, dari 24,74 persen pada bulan sebelumnya.
Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan perbankan tetap memiliki ketahanan terhadap berbagai risiko, termasuk rambatan konflik di Timur Tengah. Ke depan, BI akan memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi bersama KSSK untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta kecukupan likuiditas.
