Taipan real estat Singapura, Ching Chiat Kwong, menggugat sejumlah bank besar dan perusahaan asuransi kredit dengan nilai 1,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun terkait kerugian investasi di NewSat Ltd. Gugatan itu diajukan di Pengadilan Tinggi Victoria dan berhubungan dengan ambruknya perusahaan satelit Australia tersebut pada 2015.
Kasus ini menarik perhatian karena Ching menilai penghentian pendanaan oleh para kreditur ikut memicu kegagalan proyek satelit NewSat. Ia mengklaim telah menanamkan 100 juta dolar AS uang pribadi ke perusahaan itu sebelum aliran dana dihentikan.
Pihak yang Digugat dan Pokok Persoalan
Para likuidator NewSat menyeret Societe Generale, Standard Chartered, dan Credit Suisse yang kini berada di bawah UBS Group. Selain itu, gugatan juga menyebut penjamin kredit Export-Import Bank Amerika Serikat dan Coface Prancis.
Menurut pihak penggugat, bank dan lembaga kredit tidak memenuhi perjanjian pinjaman yang semestinya mendukung pembangunan satelit. Ching menilai kegagalan itu membuat NewSat kehilangan peluang pendapatan dalam jumlah sangat besar.
Dalam laporan ahli yang dikutip dalam perkara ini, Direktur Eksekutif Oxley Holdings itu memperkirakan total kerugian bisa mencapai miliaran dolar. Nilai itu dikaitkan dengan hilangnya kesempatan peluncuran armada satelit pada masa depan.
Sengketa Berpusat pada Tata Kelola Perusahaan
Pihak bank membantah tuduhan tersebut dan menyatakan penghentian pendanaan dilakukan karena perilaku manajemen NewSat yang dianggap tidak pantas. Dalam dokumen pembelaan, pengacara kreditur bahkan menyebut tuduhan itu tidak jelas dan memalukan.
Salah satu titik persoalan muncul dari surel konsultan Brendan Rudd pada 2014. Dalam pesan itu, Rudd menyatakan kekhawatiran terhadap kepemimpinan perusahaan di bawah Adrian Ballintine dan menilai perusahaan tampak dipakai untuk membiayai gaya hidup mewah sang eksekutif.
Ballintine menolak tuduhan itu secara tegas. Ia menyatakan, “I totally reject his comments about appalling corporate behaviour and that I used the company to fund my lifestyle.”
Argumen Ching Soal Skala Bisnis
Ching membela langkah-langkah yang dipersoalkan itu dengan mengatakan pengeluaran tertentu merupakan bagian dari strategi penjualan untuk menarik transaksi besar. Ia menilai perdebatan soal biaya kelas satu atau jet pribadi tidak seharusnya menutupi potensi bisnis yang lebih besar.
“When you are in industry or you want to sell services, you are like a salesman,” kata Ching Chiat Kwong. Ia juga mempertanyakan apakah beberapa ribu dolar atau tiket kelas satu sebanding dengan peluang menjual layanan senilai ratusan juta dolar.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa sengketa ini tidak hanya soal pinjaman, tetapi juga soal cara perusahaan dikelola dan bagaimana kreditur menilai risiko. Di sisi lain, keluarga dokumen pembelaan tetap mempertahankan bahwa keputusan menghentikan dana diambil karena masalah tata kelola yang serius.
Sorotan ke Coface dan Emanuel Macron
Gugatan ini juga menyorot peran Emmanuel Macron ketika masih menjabat menteri di Prancis yang membawahi Coface. Ching meyakini ada dokumen yang ditandatangani Macron dan ikut memicu penghentian dana untuk proyek satelit tersebut.
“He is the minister who actually signed off to stop the funding,” ujar Ching dari kantornya di Singapura. Hingga kini, perwakilan Macron belum menanggapi permintaan komentar atas tuduhan itu.
Ching juga mengatakan tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Presiden Prancis tersebut, meski proses hukum terus berjalan. Ia menyebut kemungkinan pertemuan itu bisa terjadi pada masa mendatang.
Dampak Kasus Masih Bisa Meluas
Persidangan di Australia ini diperkirakan membuka lebih banyak detail tentang alasan penarikan dukungan finansial bagi NewSat oleh bank-bank global. Sejauh ini, juru bicara SocGen, Standard Chartered, UBS, dan Coface memilih tidak memberi komentar lebih lanjut.
Dengan nilai gugatan yang mencapai 1,27 miliar dolar AS, perkara ini berpotensi menjadi salah satu sengketa investasi paling mencolok yang melibatkan bank internasional, penjamin kredit, dan runtuhnya perusahaan satelit. Fokus utamanya kini tertuju pada apakah penghentian pendanaan benar-benar menjadi pemicu kerugian besar yang diklaim Ching, atau justru keputusan itu lahir dari kekhawatiran atas tata kelola NewSat.
