
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat 128.055.072 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Lonjakan mobilitas ini tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro dan kecil di area stasiun.
Kenaikan jumlah penumpang itu mencapai 9,97 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah 116,4 juta orang. Di tengah arus perjalanan yang terus bergerak, KAI memanfaatkan titik transportasi strategis sebagai ruang tumbuh bagi produk lokal dan aktivitas usaha masyarakat.
Mobilitas penumpang jadi pintu masuk UMK
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa tingginya arus pelanggan memberi peluang bagi usaha kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut dia, pergerakan penumpang yang stabil setiap hari dapat dimanfaatkan pelaku UMK untuk memperluas basis konsumen secara langsung.
KAI melihat stasiun bukan hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga ruang ekonomi yang bisa menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli. Karena itu, perusahaan menyiapkan area berbisnis di lokasi dengan lalu lintas tinggi agar produk lokal mendapat eksposur lebih besar dari pengguna jasa kereta api.
Salah satu contoh ruang usaha itu terdapat di Stasiun Cipeundeuy. Lokasi seperti ini memberi kesempatan bagi pelaku UMK untuk tampil di tengah aktivitas perjalanan yang padat dan menjangkau konsumen tanpa harus bergantung pada kanal penjualan yang lebih sempit.
Dukungan lewat pendanaan dan ruang promosi
Dukungan KAI kepada pelaku usaha tidak berhenti pada penyediaan tempat jualan. Perusahaan juga menjalankan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) untuk memperkuat akses pembiayaan bagi mitra binaan yang membutuhkan modal pengembangan usaha.
Selain itu, KAI menghadirkan KAI Creative Space melalui Teras UMK sebagai sarana untuk meningkatkan visibilitas produk di area stasiun. Skema ini memungkinkan pelaku usaha menjual langsung kepada pelanggan sambil membangun interaksi yang lebih dekat dengan konsumen.
Anne menyampaikan bahwa pendekatan tersebut dibuat agar UMK tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang bersama aktivitas transportasi. KAI menempatkan fasilitas usaha dan promosi sebagai bagian dari dukungan yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jaringan operasionalnya.
Perusahaan juga memperluas ruang promosi melalui program KAI Exhibition. Melalui ajang ini, mitra binaan diberi kesempatan ikut dalam pameran berskala regional hingga internasional untuk memperluas jejaring bisnis ke pasar yang lebih besar.
490 mitra binaan tersebar di wilayah operasional
Saat ini, KAI mencatat ada 490 mitra binaan yang dikelola di seluruh wilayah operasional. Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMK tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari hubungan antara layanan transportasi dan ekonomi masyarakat daerah.
KAI menekankan bahwa pertumbuhan mobilitas harus memberi dampak nyata bagi warga di sekitar jalur dan stasiun. Dengan semakin banyak penumpang yang melintas, peluang transaksi bagi pelaku usaha lokal juga ikut terbuka lebih lebar.
Upaya ini memperlihatkan bagaimana stasiun dapat berfungsi sebagai simpul ekonomi, bukan sekadar titik perjalanan. Ketika jumlah pelanggan terus meningkat, ruang usaha, pendanaan, dan promosi bagi UMK di lingkungan KAI menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mendorong manfaat ekonomi yang lebih merata.









