
Ade Jona Prasetyo atau Jona mendapat nomor urut 2 dalam kontestasi Calon Ketua Umum BPP Hipmi pada tahapan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Hipmi. Hasil undian yang digelar di Djakarta Theater itu langsung dimaknai Jona sebagai isyarat penting untuk merawat kerja sama dan persatuan di tubuh organisasi.
Jona menilai angka 2 identik dengan kemitraan, diplomasi, dan kemampuan berjalan beriringan. Karena itu, ia menyebut nomor tersebut bukan sekadar penanda dalam kontestasi, melainkan simbol untuk mengajak seluruh elemen Hipmi bergerak bersama.
Makna nomor urut 2 bagi Jona
Usai pengundian nomor urut, Jona menegaskan bahwa kontestasi ini tidak boleh dipersempit menjadi ajang adu kepentingan pribadi. Ia menempatkannya sebagai momentum untuk memperkuat fondasi organisasi secara nasional.
Dalam pernyataannya, Jona menyampaikan bahwa Hipmi perlu maju dengan energi baru dan semangat kebersamaan. Ia juga menekankan bahwa setiap wilayah punya peran penting, dari Sabang sampai Marauke, untuk mendukung kekuatan organisasi dan kontribusinya bagi Indonesia.
“Nomor 2 ini bukan sekadar angka, tapi simbol bahwa kita berjalan beriringan,” kata Jona. Ia menambahkan ajakan agar seluruh pihak bersatu dan maju bersama untuk Hipmi.
Dukungan daerah ikut menguat
Kehadiran sejumlah Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi dari Sumatera hingga Papua ikut mewarnai proses pengundian tersebut. Selain tim sukses, dukungan dari daerah juga terlihat melalui kehadiran ratusan pendukung yang memenuhi area Djakarta Theater.
Suasana itu menghadirkan atmosfer hangat dan solid, dengan yel-yel pendukung Jona yang terus bergema. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa dukungan untuk Jona tidak hanya datang dari satu titik, melainkan terhimpun secara organik dari berbagai daerah.
Jona kemudian menegaskan bahwa Hipmi adalah rumah besar bagi seluruh anggota. Ia ingin memastikan semua daerah merasa memiliki ruang, merasa didengar, dan dilibatkan dalam perjalanan organisasi ke depan.
Dipandang sebagai figur penghubung pusat dan daerah
Pendekatan Jona yang menonjolkan inklusivitas dan basis daerah menjadi salah satu kekuatan yang terlihat dalam kontestasi ini. Sejumlah pengurus BPD yang hadir menilai Jona mampu menjembatani kepentingan pusat dan daerah dengan gaya kepemimpinan yang kolaboratif.
Pandangan itu juga menguatkan posisi Jona sebagai kandidat yang dinilai punya dukungan luas. Simbol nomor 2, ditambah narasi merangkul semua pihak, membuatnya dipersepsikan sebagai figur yang bisa mempersatukan berbagai kelompok di dalam Hipmi.
Di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan Jona, Sona Maesana, menilai calon ketua umum nomor urut 2 memiliki integritas tinggi. Menurut dia, integritas menjadi fondasi penting agar organisasi tetap kredibel, profesional, dan kuat di mata anggota maupun mitra.
Sona juga menekankan bahwa Hipmi harus mampu menjawab kebutuhan anggotanya secara nyata. Ia menyebut program organisasi semestinya melahirkan solusi konkret untuk akses usaha, permodalan, jejaring, dan pertumbuhan bisnis, sehingga peran Hipmi terasa langsung bagi para anggota.
Source: www.viva.co.id








