
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat kinerja yang kuat pada kuartal I 2026 dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 83,43 miliar. Angka itu tumbuh 19,2 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya, seiring penjualan bersih yang naik menjadi Rp 250,84 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa bisnis MARK tetap solid di tengah kondisi pasar global yang bergerak dinamis. Struktur pendapatan berbasis ekspor membantu perusahaan mempertahankan pertumbuhan, terutama saat nilai tukar dollar AS menguat terhadap rupiah.
Penjualan dan laba ikut terdorong
Kinerja pendapatan MARK pada periode ini tumbuh 23,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu ikut mengangkat laba kotor perseroan menjadi Rp 118,11 miliar dengan margin 47,1 persen.
Pada saat yang sama, laba usaha perusahaan juga meningkat menjadi Rp 102,26 miliar dari Rp 85,45 miliar pada kuartal I 2025. Kenaikan di level operasional ini menandakan aktivitas bisnis inti MARK masih menghasilkan efisiensi yang baik.
Ekspor jadi penopang utama
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menekankan bahwa basis ekspor menjadi faktor penting di balik kinerja tersebut. Ia menyebut lebih dari 80 persen penjualan perusahaan berasal dari pasar ekspor dan menggunakan denominasi dollar AS.
Menurut Ridwan, struktur itu memberi perlindungan alami atau natural hedge bagi perseroan. Saat dollar AS menguat terhadap rupiah, pendapatan perusahaan justru memperoleh dorongan tambahan dalam pelaporan keuangan.
Kondisi tersebut membuat MARK lebih tahan terhadap tekanan fluktuasi mata uang. Dalam bisnis manufaktur cetakan sarung tangan, eksposur ke pasar luar negeri tampak memberi keuntungan tersendiri bagi margin perusahaan.
Neraca keuangan tetap sehat
Selain laba, posisi keuangan MARK juga menunjukkan penguatan. Per Maret 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 1,08 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas turun menjadi Rp 95,86 miliar. Ekuitas justru meningkat tajam menjadi Rp 985,21 miliar, menandakan struktur modal perusahaan berada dalam posisi yang kuat.
Likuiditas perseroan juga terjaga dengan kas dan setara kas sebesar Rp 142,78 miliar. Dana ini memberi ruang bagi operasional harian sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi ke depan.
Peluang pertumbuhan masih terbuka
Manajemen MARK melihat kombinasi pendapatan berbasis dollar AS dan posisi kas yang sehat sebagai fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan menilai kondisi itu membantu mereka tetap kompetitif di pasar global.
Ridwan Goh menyampaikan bahwa dengan basis pendapatan dollar AS dan kas yang kuat, perseroan berada dalam posisi yang solid. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa MARK tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga pada daya saing jangka panjang.
Di tengah tekanan nilai tukar dan dinamika perdagangan internasional, kinerja MARK pada kuartal I 2026 memberi gambaran bahwa model bisnis yang bertumpu pada ekspor masih efektif. Selama permintaan global terjaga dan struktur biaya tetap terkendali, perusahaan memiliki ruang untuk mempertahankan tren pertumbuhan yang sudah terbentuk.









